POJOKKATA.COM, PONOROGO – Stadion Batoro Katong tak hanya menjadi arena olahraga. Kesuksesan Josjis Fest 2026 Jilid 1 yang menghadirkan Aftershine, Vierratale, hingga Denny Caknan membuka peluang stadion kebanggaan Ponorogo itu kembali digunakan sebagai venue konser maupun event berskala besar.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita atau Bunda Lis langsung mengecek kondisi stadion setelah gelaran Josjis Fest 2026 pada Minggu (30/8) malam. Salah satu perhatian utama adalah kondisi rumput lapangan sepak bola yang menjadi lokasi utama acara.
Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan kerusakan berarti. Kendati demikian, perawatan rumput tetap diperlukan agar kondisi lapangan kembali optimal.
“Alhamdulillah, tidak ada masalah apa-apa, semua berjalan baik. Hanya kita perlu melakukan perawatan rumput stadion selama satu minggu,” kata Bunda Lis.
Dia menegaskan, pihak penyelenggara juga siap bertanggung jawab apabila terdapat kerusakan terhadap fasilitas stadion akibat pelaksanaan event tersebut.
Menurut Bunda Lis, hasil evaluasi kondisi lapangan menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan kesiapan Stadion Batoro Katong apabila kembali dimanfaatkan untuk kegiatan besar. Pemkab Ponorogo sebelumnya juga telah melakukan studi tiru ke sejumlah daerah yang memanfaatkan stadion sebagai lokasi konser maupun kegiatan akbar lainnya.
“Kesuksesan Josjis Fest 2026 membuka peluang bagi penyelenggaraan event selanjutnya di Stadion Batoro Katong,” ungkapnya.
Meski begitu, lampu hijau tersebut bukan berarti setiap kegiatan bisa digelar tanpa kajian. Setiap event tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk mempertimbangkan kondisi stadion dan faktor cuaca.
Terlebih, saat ini masih memasuki musim kemarau. Jika kegiatan digelar ketika musim penghujan, diperlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan kondisi lapangan dan fasilitas stadion tetap aman.
“Sekarang sedang musim kemarau, kalau acara diadakan pada penghujan perlu kajian lagi,” terangnya.
Bagi Bunda Lis, pemanfaatan Stadion Batoro Katong untuk event besar juga tidak sekadar persoalan mengoptimalkan aset milik daerah. Ada efek ekonomi yang ikut bergerak ketika ribuan orang datang menghadiri sebuah acara.
Josjis Fest 2026, misalnya, memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari sejumlah sektor. Bukan hanya melalui sewa stadion, tetapi juga pajak hiburan serta retribusi tiket, parkir, dan kebersihan.
“Memberikan kontribusi terhadap PAD. Pemasukannya tidak hanya dari sewa stadion, tapi ada juga pajak hiburan, serta retribusi tiket, parkir, dan kebersihan,” urainya.
Efek ekonomi tersebut juga dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran penonton dalam jumlah besar membuat aktivitas perdagangan tidak hanya terkonsentrasi di sekitar stadion. Pergerakan ekonomi ikut meluas ke sejumlah kawasan di sekitarnya.
“Teman-teman UMKM akan berterima kasih kalau sering-sering ada acara,” ujar Bunda Lis.
Karena itu, Pemkab Ponorogo berharap keberhasilan Josjis Fest 2026 dapat menjadi momentum untuk memperluas pemanfaatan Stadion Batoro Katong. Stadion tidak hanya digunakan untuk pertandingan olahraga, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi berbagai event yang mampu mendatangkan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Namun, Bunda Lis menegaskan satu syarat. Setiap kegiatan harus tetap mengikuti aturan dan tidak mengabaikan fungsi utama stadion sebagai fasilitas olahraga.
“Stadion bisa dipakai untuk berbagai kegiatan tetapi dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Dan, teman-teman UMKM tetap harus dibawa,” tegasnya. (Gal/PK)



