POJOKKATA.COM, MAGETAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyambut positif komitmen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam mengembangkan pendidikan tinggi di Kabupaten Magetan. Namun, rencana pengembangan kampus tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan juga mampu menjadi pengungkit pemerataan pembangunan wilayah.
Bupati Magetan Nanik Sumantri mengatakan, keberadaan Kampus 5 Unesa di Maospati menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Kehadiran perguruan tinggi negeri tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi peningkatan akses dan kualitas pendidikan sekaligus pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Magetan.
“Terima kasih Unesa yang telah menempatkan Magetan dalam bingkai pengembangan dan mencetak SDM yang handal dalam sejarah Unesa,” ujar Nanik.
Menurut dia, sebagai daerah yang relatif kecil, Magetan patut berbangga karena menjadi bagian dari pengembangan pendidikan tinggi Unesa. Karena itu, Pemkab Magetan berkomitmen mendukung keberadaan dan pengembangan Kampus 5 Unesa agar ke depan semakin maju dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kendati demikian, rencana pengembangan kampus Unesa di Magetan juga perlu mempertimbangkan sejumlah aspek. Salah satunya menyangkut lokasi pembangunan. Pemkab Magetan berharap pengembangan kampus ke depan dapat diarahkan ke wilayah di luar pusat kota.
Langkah tersebut dinilai dapat memberikan dampak lebih luas terhadap pemerataan pembangunan. Kampus Unesa diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar.
“Pengembangan kampus diharapkan bisa dibangun di luar pusat Kota Magetan. Sehingga ke depan kehadiran Kampus Unesa Magetan bisa menjadi pengungkit dan motor penggerak bagi pengembangan dan pemerataan pembangunan di wilayah Magetan lainnya,” jelasnya.
Di sisi lain, Nanik mengakui Pemkab Magetan memiliki keterbatasan dalam hal ketersediaan aset lahan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam menyikapi opsi hibah aset untuk pengembangan kampus.
Pemkab, kata dia, perlu memastikan setiap pemanfaatan aset daerah tetap memperhatikan tata kelola pemerintahan serta keberlanjutan penyelenggaraan urusan pemerintahan.
“Pemerintah Kabupaten Magetan sangat terbatas terkait ketersediaan aset lahan. Sehingga dengan berbagai pertimbangan terkait hibah aset menjadi hal yang perlu disikapi secara bijak, untuk memastikan tata kelola dan keberlanjutan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan dapat terjamin dan berjalan dengan baik,” tegas Nanik.
Karena itu, Pemkab Magetan berharap kerja sama dengan Unesa tetap berlanjut. Pemerintah daerah juga membuka ruang untuk mencari skema maupun alternatif lain dalam mendukung pengembangan kampus Unesa di Magetan.
Nanik menegaskan, Pemkab dan Unesa pada dasarnya memiliki tujuan yang sama. Yakni memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas layanan dan mutu pendidikan, sekaligus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan.
“Kami berharap Magetan tetap menjadi prioritas pengembangan Kampus Unesa, dengan skema dan alternatif yang berbeda,” katanya.
Dengan demikian, pengembangan Kampus 5 Unesa di Magetan diharapkan tidak berhenti pada pembangunan institusi pendidikan.
Lebih jauh, keberadaannya diharapkan mampu menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah dan menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas untuk mendukung lahirnya generasi emas Indonesia. (Gal/PK)



