Jalan Rusak Jadi Perhatian, Pemkab Magetan Siapkan Rp55 Miliar

0

POJOKKATA.COM, MAGETAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyiapkan anggaran sekitar Rp55 miliar untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan sepanjang 2026. Anggaran tersebut dialokasikan melalui APBD induk maupun Perubahan APBD (P-APBD).

Besarnya anggaran itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Magetan merespons kebutuhan perbaikan jalan di berbagai wilayah. Terlebih, kondisi infrastruktur jalan masih menjadi salah satu aspirasi yang banyak disampaikan masyarakat.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengatakan, pemerintah daerah tidak mengabaikan keluhan warga terkait kerusakan jalan. Namun, keterbatasan kemampuan fiskal membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara serentak di seluruh wilayah.

“Pemerintah tidak abai terhadap kerusakan jalan di sejumlah titik. Untuk itu, saya meminta maaf jika perbaikan jalan belum bisa dilakukan secepat yang menjadi keinginan warga,” kata Nanik, Senin (31/8/2026).

Dia menjelaskan, pembangunan infrastruktur dilaksanakan dengan mengedepankan pemerataan dan kesinambungan. Penanganannya tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta skala prioritas.

“Tahun 2026, baik pada anggaran induk maupun yang direncanakan melalui PAPBD, kita anggarkan sekitar Rp55 miliar untuk berbagai kegiatan yang terkait dengan infrastruktur jalan,” ujarnya.

Menurut Nanik, kebutuhan perbaikan jalan tidak hanya menjadi persoalan Magetan. Hampir seluruh pemerintah kabupaten/kota menghadapi tantangan serupa. Kebutuhan penanganan yang besar harus diselaraskan dengan kapasitas anggaran masing-masing daerah.

Karena itu, perbaikan jalan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat urgensi dan kondisi jalan. Pemetaan kebutuhan menjadi penting agar anggaran yang tersedia bisa diarahkan pada ruas yang paling membutuhkan penanganan.

Selain perbaikan, pemeliharaan berkala juga dinilai penting untuk mencegah kerusakan jalan semakin parah. Langkah preventif tersebut diharapkan mampu menjaga usia layanan jalan sekaligus menekan kebutuhan anggaran perbaikan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Nanik menyebut keterbatasan fiskal menjadi tantangan tersendiri di tengah tingginya kebutuhan pembangunan. Pemkab Magetan harus memastikan program yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap berjalan secara berkelanjutan.

Salah satu langkah yang didorong adalah meningkatkan kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemkab Magetan dituntut lebih kreatif menggali berbagai potensi daerah yang dapat meningkatkan pendapatan.

“Kondisi Magetan dengan berbagai potensi yang ada menjadi tantangan bersama. Kita harus kreatif dalam menggali potensi PAD sehingga ke depan dapat lebih fleksibel dalam menopang pembangunan daerah,” tegasnya.

Pemkab Magetan memastikan pembangunan jalan tetap menjadi salah satu prioritas. Dengan anggaran yang tersedia, penanganan infrastruktur akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan pemerataan, urgensi, kemampuan keuangan daerah, dan kebutuhan masyarakat.

Harapannya, perbaikan maupun pemeliharaan jalan tidak hanya menyelesaikan persoalan kerusakan dalam jangka pendek. Namun juga menjaga kualitas infrastruktur agar mampu mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini