Pemkab Ponorogo Serahkan Huntara bagi Korban Longsor Desa Wates

0

POJOKKATA.COM, PONOROGO – Penantian warga terdampak longsor di Desa Wates, Kecamatan Slahung, selama hampir empat bulan akhirnya berbuah kepastian. Tiga keluarga yang rumahnya rusak berat dan berada di kawasan rawan longsor kini memiliki tempat tinggal sementara yang lebih aman.

Hunian sementara (huntara) tersebut rampung dibangun Pemkab Ponorogo bersama Baznas Ponorogo. Secara simbolis, huntara diserahkan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita kepada tiga kepala keluarga (KK) korban longsor di Dukuh Bakul, Desa Wates, Rabu (9/9).

Tiga huntara itu dibangun di lokasi yang dinilai lebih aman. Dua unit berdiri di atas tanah milik desa. Sementara satu unit lainnya dibangun di atas tanah pribadi warga yang berada di dekat perbatasan Pacitan.

Pembangunan huntara menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan para penyintas tidak kembali menempati rumah yang berada di jalur rawan longsor susulan. Sebab, keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam proses relokasi sementara tersebut.

Kalaksa BPBD Ponorogo Masun mengatakan, pembangunan setiap unit huntara mendapat dukungan dari belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp50 juta. Selain itu, Baznas Ponorogo turut membantu biaya tenaga kerja sebesar Rp10 juta untuk tiga rumah.

Dukungan Baznas juga diberikan dalam bentuk kursi roda dan sembako bagi warga terdampak.

“Kita berkewajiban mengawal terbentuknya hunian tetap. Apakah mereka mampu secara mandiri atau tetap mendapat bantuan dari pemerintah, harus tetap kita kawal,” kata Masun.

Menurut dia, pemerintah tidak berhenti pada pembangunan huntara. Sejumlah fasilitas penunjang, seperti mandi, cuci, kakus (MCK) dan sanitasi, akan dipercepat pembangunannya.

Pemkab Ponorogo juga mulai mengawal proses pembangunan hunian tetap (huntap) bagi tiga keluarga tersebut. Huntara diposisikan sebagai solusi sementara sampai warga memiliki tempat tinggal permanen yang aman.

Di sisi lain, pemkab juga melakukan pemetaan terhadap warga lain yang masih tinggal di kawasan rawan bencana. Empat kepala keluarga di sekitar lokasi longsor telah diimbau untuk melakukan relokasi guna mengantisipasi terjadinya bencana susulan.

Masun menyebut keempat KK tersebut bersedia melakukan relokasi secara mandiri. Pemkab tetap akan memberikan dukungan berupa bantuan material.

“Yang bersangkutan bersedia relokasi mandiri, tapi kita akan bantu materialnya, bukan bangunan seperti ini, karena mereka sudah memutuskan relokasi secara mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita meminta masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan lereng, meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tebing di sekitar wilayah tersebut dinilai masih menyimpan potensi longsor.
Lisdyarita juga mendorong masyarakat melakukan langkah pencegahan berbasis lingkungan.

Salah satunya dengan menanam rumput vetiver yang memiliki sistem perakaran kuat untuk membantu memperkuat struktur tanah di kawasan rawan longsor.

“Minta tolong untuk menanam vetiver. Saya menuju ke sini tadi, tebingnya sudah rawan sekali, takutnya ada bencana lagi,” pesannya. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini