POJOKKATA.COM, PONOROGO – Lelang enam jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Ponorogo memasuki babak akhir. Sebanyak 39 peserta telah menuntaskan seluruh tahapan seleksi untuk memperebutkan enam kursi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang kosong.
Tahapan terakhir berupa seleksi kompetensi bidang, yakni pemaparan gagasan atau makalah dan wawancara bersama panitia seleksi (pansel), telah digelar pada 2–4 September 2026. Kini, pansel masih mengolah dan merekap seluruh komponen penilaian sebelum menetapkan tiga kandidat terbaik dari masing-masing jabatan.
Sekda Ponorogo Agus Sugiarto mengatakan, seluruh peserta yang mendaftar mengikuti tahapan seleksi hingga akhir. Hasil wawancara dan pemaparan makalah nantinya dipadukan dengan hasil asesmen yang sebelumnya dilakukan di Surabaya serta rekam jejak peserta.
“Semua tahapan sudah selesai. Tinggal hasilnya nanti dipadukan antara asesmen, wawancara, dan rekam jejak,” kata Agus, Rabu (9/9/2026).
Pria yang akrab disapa Ugin itu menjelaskan, masing-masing komponen penilaian memiliki proporsi yang relatif sama. Karena itu, penentuan tiga besar tidak hanya berdasarkan hasil wawancara atau makalah.
“Ini yang akan ditabulasi, diproses, dan nanti akan dipilih tiga yang terbaik. Tiga besar itu berdasarkan assessment, rekam jejak, dan hasil wawancara serta makalah yang ditulis,” terangnya.
Sampai kemarin, tiga nama terbaik untuk masing-masing jabatan belum ditetapkan. Pansel masih melakukan tabulasi, kombinasi, dan rekapitulasi nilai dari setiap kriteria.
“Untuk nama tiga besar belum muncul. Nanti ditabulasi, dikombinasi, dan direkap dari masing-masing kriteria itu. Nanti akan disampaikan dan diumumkan,” ujarnya.
Setelah tiga besar ditetapkan, nama-nama tersebut akan diserahkan kepada Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita selaku pejabat pembina kepegawaian. Dari tiga kandidat tersebut, satu nama akan dipilih untuk mengisi masing-masing jabatan.
“Nanti tinggal panitia seleksi menentukan tiga besar sesuai nilai. Baru dipilih satu terbaik oleh Bu Plt,” ungkap Ugin.
Enam jabatan yang dilelang meliputi Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Berikutnya, Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip).
Persaingan paling ketat terjadi pada seleksi Kepala Disnaker dengan 10 peserta. Disusul Disperpusip delapan peserta, Direktur RSUD dr Harjono tujuh peserta, DPMPTSP lima peserta, Dispendukcapil lima peserta, dan BPPKAD empat peserta.
Sementara itu, dari total 11 kursi kepala dinas yang kosong, Pemkab Ponorogo baru membuka seleksi terbuka untuk enam jabatan tersebut. Lima jabatan lainnya belum masuk tahap lelang.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, enam jabatan itu diprioritaskan karena dinilai paling mendesak untuk segera diisi. Setelah lelang rampung, pemkab berencana melakukan rotasi dan mutasi pejabat sebelum membuka seleksi untuk jabatan kosong berikutnya.
“Ini baru enam, nanti sisanya habis lelang lalu mutasi, baru lelang lagi,” kata Lisdyarita.
Menurut dia, rotasi diperlukan untuk menempatkan pejabat sesuai kebutuhan organisasi. Sebab, terdapat sejumlah posisi kepala OPD yang dinilainya belum sepenuhnya tepat.
“Kami ingin nanti kepala dinas benar-benar yang punya program bagus, punya inovasi, dan kreativitasnya luar biasa. Makanya kenapa kita ada rotasi,” tegasnya.
Dengan skema tersebut, pengisian 11 jabatan kosong di Pemkab Ponorogo tidak akan dilakukan sekaligus. Enam jabatan yang kini memasuki tahap akhir menjadi prioritas pertama. Setelah pejabat terpilih dan rotasi dilakukan, pemkab berencana akan kembali mengajukan seleksi terbuka untuk mengisi jabatan yang masih kosong. (Gal/PK)



