Jelang Jadi Pemilih, Pelajar Magetan Digenjot Melek Politik

0

POJOKKATA.COM, MAGETAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mulai memperkuat pendidikan politik bagi kalangan pelajar. Langkah itu dilakukan untuk membekali pemilih pemula agar tidak hanya memahami proses demokrasi, tetapi juga mampu menyikapi informasi politik secara kritis dan bertanggung jawab.

Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Magetan, Pemkab menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula bertema Peran Generasi Muda dalam Berdemokrasi di Gedung Literasi Perpustakaan Magetan, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan guru dan siswa SMA, SMK, MA, serta sederajat se-Kabupaten Magetan. Setiap sekolah mengirimkan tujuh siswa dan satu guru pendamping.

Materi sosialisasi diisi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Magetan dan Bawaslu Magetan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi yang akan digelar secara bertahap di sejumlah wilayah Kabupaten Magetan.

Plt Kepala Bakesbangpol Magetan Joko Trihono mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah meningkatkan kesadaran politik dan wawasan kebangsaan generasi muda.

“Ini menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan potensi intelektual peserta didik, khususnya dalam wawasan kebangsaan, literasi demokrasi, dan pendidikan politik,” ujarnya dalam laporan kegiatan.

Menurut Joko, tantangan pendidikan politik bagi generasi muda semakin besar seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Pelajar kini berhadapan dengan beragam informasi politik yang belum tentu benar.

Karena itu, pendidikan politik dinilai penting agar pemilih pemula mampu memeriksa informasi secara kritis, bijak, dan bertanggung jawab. Termasuk tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar, provokatif, maupun menyesatkan.

“Pelaksanaan sosialisasi ini tidak semata-mata diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai proses pemilihan umum. Tetapi juga sebagai upaya membangun karakter generasi muda yang kritis, rasional, toleran, bertanggung jawab, serta menghargai perbedaan pilihan dan pendapat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro menekankan posisi strategis pemilih pemula dalam kehidupan demokrasi.

Menurutnya, pemilih pemula bukan sekadar warga negara yang untuk pertama kalinya menggunakan hak pilih. Mereka merupakan bagian dari generasi yang nantinya turut menentukan arah demokrasi dan pembangunan bangsa.

“Demokrasi bukan hanya soal mencoblos. Demokrasi mencakup kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga negara,” kata Suyatni.

Hal itu, lanjut dia, tercermin melalui kebebasan menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, menaati hukum, serta aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Suyatni juga mengingatkan pelajar agar tidak mudah menerima informasi politik yang beredar di media sosial. Kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi kemampuan melakukan verifikasi.

“Harus kritis, memeriksa sumber, membandingkan informasi, dan memahami konteks sebelum menyebarkannya,” pesannya.

Dia menambahkan, perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi. Perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.
Sebaliknya, perbedaan perlu disikapi melalui dialog, saling menghargai, dan mencari titik temu untuk kepentingan bersama.

Suyatni juga mendorong agar partisipasi generasi muda tidak hanya dimaknai sebagai keterlibatan dalam politik praktis. Pelajar dapat berkontribusi melalui organisasi, kegiatan sosial kemasyarakatan, penyampaian aspirasi secara santun, menaati aturan, menjaga lingkungan, hingga menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Pemkab Magetan melalui Bakesbangpol berharap pendidikan politik tersebut dapat membentuk generasi muda yang cerdas dalam menerima informasi, kritis terhadap berbagai isu, matang menghadapi perbedaan, serta bertanggung jawab sebagai warga negara.

Sosialisasi pendidikan politik tersebut juga akan dilanjutkan di sejumlah wilayah Magetan dengan menyasar pelajar SMA, SMK, MA, dan sederajat. Dengan pola tersebut, edukasi politik diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjangkau lebih banyak calon pemilih pemula di Kabupaten Magetan. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini