POJOKKATA.COM, MAGETAN – Edukasi tentang perundungan (bullying) mulai ditanamkan sejak bangku sekolah dasar. Hal itu dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) 2026 melalui program asistensi mengajar dan edukasi anti-bullying di SDN Milangasri 1 dan SDN Milangasri 2, Desa Milangasri.
Ketua KKNT UNESA di Desa Milangasri Restu Mahardika mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar membantu proses pembelajaran. Mahasiswa juga berupaya membangun kesadaran siswa untuk saling menghargai dan menciptakan lingkungan pertemanan yang aman.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu proses pembelajaran sekaligus menanamkan sikap saling menghargai kepada siswa,” ujarnya.
Program asistensi mengajar diawali dengan koordinasi bersama kepala sekolah dan guru pamong pada 4 September 2026. Selanjutnya, mahasiswa terlibat dalam kegiatan pembelajaran secara bergantian pada 7–10 September.
Materi pembelajaran tetap disesuaikan dengan yang telah disiapkan guru. Mahasiswa membantu penyampaian materi, menyiapkan media pembelajaran dan lembar kerja peserta didik (LKPD), serta mengemas pembelajaran melalui permainan dan diskusi.
Pendekatan tersebut dilakukan agar siswa tidak hanya menerima materi secara satu arah. Interaksi selama pembelajaran juga diharapkan membuat siswa lebih aktif mengikuti kegiatan di kelas.
Selain pendampingan belajar, mahasiswa memberikan edukasi khusus terkait anti-bullying. Kegiatan digelar di SDN Milangasri 2 pada 17 September dan SDN Milangasri 1 pada 18 September 2026.
Siswa dikenalkan dengan berbagai bentuk perundungan yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengejek, menghina, mengucilkan, hingga tindakan lain yang membuat teman merasa tidak nyaman.
Tak hanya mengenali bentuknya, siswa juga diajak memahami dampak bullying serta langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami maupun menyaksikan perundungan.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif dengan menggunakan contoh situasi yang dekat dengan keseharian siswa. Untuk memperkuat pesan kampanye, siswa kemudian diajak membuat photo booth bertema “Stop Bullying” menggunakan bahan sederhana.
Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan sikap menolak perundungan sekaligus mengajak teman-temannya membangun lingkungan pertemanan yang lebih positif.
Wali kelas 6 SDN Milangasri 1 Yusi Arianti mengapresiasi pendampingan mahasiswa, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun edukasi anti-bullying.
Hal senada disampaikan wali kelas 6 SDN Milangasri 2 Nanning.
Menurut dia, kehadiran mahasiswa membantu menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKNT UNESA berupaya memperluas peran mahasiswa di sekolah. Bukan hanya membantu guru dalam proses belajar mengajar, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya saling menghargai sejak usia sekolah dasar.
Harapannya, edukasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan di kelas. Siswa dapat menerapkan sikap saling menghargai dalam keseharian sehingga sekolah menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman bagi semua. (Gal/PK)



