Pelari Diajak Menapak Jejak Sejarah Magetan di NTRF #3

0
Peserta NTRF Magetan 2026.

POJOKKATA.COM, MAGETAN – Bukan sekadar adu cepat mencapai garis finis. Hampir 500 pelari menantang rute menanjak sepanjang 15 kilometer dalam Napak Tilas Running Festival (NTRF) Volume 3, Sabtu (24/10/2026). Mengusung tagline Nekad Tenan, ajang lari tersebut menyuguhkan kombinasi tantangan elevasi, panorama alam, sekaligus napak tilas sejarah Kabupaten Magetan.

Para peserta memulai perjalanan dari kawasan Sirkuit Suryo, Kecamatan Parang, melintasi wilayah Ngariboyo, hingga mencapai garis finis di Alun-Alun Magetan. Rute tersebut menuntut ketahanan fisik dan strategi para pelari untuk menaklukkan setiap tanjakan.

Antusiasme peserta tak hanya datang dari kalangan pelari lokal. Sejumlah peserta dari luar daerah turut meramaikan ajang yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan itu.

Ketua Playon Magetan Artan mengatakan, jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Total peserta NTRF #3 mendekati 500 orang.

Menurut dia, tantangan rute menjadi salah satu daya tarik utama festival lari tahunan tersebut. Terlebih, pelaksanaan NTRF kali ini berlangsung beriringan dengan kegiatan Napak Tilas Ngunut-Parang-Magetan.

Kondisi itu membuat para pelari harus berbagi jalur dengan peserta napak tilas yang menelusuri rute bersejarah Magetan.
NTRF merupakan hasil kolaborasi komunitas Playon Magetan dan Pemerintah Kabupaten Magetan.

Selain kategori Race Run 15K, panitia juga menghadirkan Fun Run 5K yang berlangsung di sekitar Alun-Alun Magetan.

Dalam kompetisi 15K, peserta ditantang menyelesaikan rute dengan catatan waktu terbaik sesuai ketentuan perlombaan. Persaingan berlangsung di kategori putra dan putri dengan hadiah uang tunai bagi para pemuncak podium.

Juara pertama masing-masing kategori berhak memperoleh Rp 2 juta, juara kedua Rp 1,5 juta, dan juara ketiga Rp 1 juta. Panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta dengan kostum terbaik atau Best Costume untuk peringkat pertama hingga ketiga.

LEBIH DARI SEKADAR LARI
Di balik tantangan fisik yang ditawarkan, NTRF memiliki misi untuk mengenalkan sejarah dan budaya Magetan kepada masyarakat melalui pendekatan olahraga.

Festival ini terinspirasi dari peristiwa 1948, ketika pusat pemerintahan Kabupaten Magetan sempat berpindah ke Desa Ngunut, Kecamatan Parang, akibat Agresi Militer Belanda.

Sejarah tersebut menjadi landasan penyelenggaraan napak tilas yang menghubungkan Parang dengan pusat Kota Magetan. Peserta tidak hanya berlari mengejar waktu, tetapi juga diajak mengenal kembali jejak perjalanan pemerintahan dan sejarah daerah.

Melalui penyelenggaraan rutin setiap tahun, NTRF diharapkan berkembang menjadi agenda olahraga yang mampu menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah. Sekaligus, memperkuat kebersamaan komunitas pelari, mendorong pola hidup sehat, dan memperkaya rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Magetan. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini