POJOKKATA.COM, MAGETAN – Mengaji tak harus selalu berlangsung dengan suasana formal dan monoton. Mengusung konsep santai, interaktif, dan dekat dengan dunia anak muda, Kelurahan Bulukerto, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, meluncurkan program NGASYIK (Ngaji Asyik), Sabtu (7/11/2026).
Bertempat di Masjid Al-Iman, Bulukerto, kegiatan perdana bertajuk Membangun Generasi Muda yang Cerdas, Berakhlak, dan Berkarakter Qur’ani tersebut menjadi salah satu inovasi pemerintah kelurahan dalam membangun kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ), khususnya bagi generasi Z.
Lurah Bulukerto Widya Yusti Atlisiaji mengatakan, NGASYIK dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk belajar agama sekaligus membangun interaksi sosial dalam suasana yang menyenangkan.
Program tersebut rencananya digelar secara rutin setiap bulan.
“NGASYIK merupakan salah satu inovasi Pemerintah Kelurahan Bulukerto dalam upaya pembangunan kecerdasan emosional dan spiritual, khususnya bagi Gen Z. Insyaallah, kami rencanakan diselenggarakan setiap bulan,” ujarnya.
Dia menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga Bulukerto. Masyarakat umum, khususnya kalangan anak muda, juga dipersilakan mengikuti kajian tersebut.
Menurut Widya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membawa peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu diimbangi dengan keimanan serta akhlak sebagai pedoman menjalani kehidupan.
“NGASYIK hadir bukan untuk membatasi anak muda dalam berkembang, tetapi justru membekali mereka agar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” tegasnya.
Konsep NGASYIK sengaja dikemas berbeda untuk menghapus anggapan bahwa mengaji merupakan aktivitas membosankan atau hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Melalui pendekatan yang lebih akrab dengan anak muda, kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan mengaji sebagai bagian dari gaya hidup generasi muda.
Tidak sekadar belajar Al-Qur’an, peserta juga diajak memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, memperluas wawasan, hingga membangun persaudaraan.
“Generasi hebat bukan hanya pintar berbicara, tetapi juga santun dalam bersikap. Tidak hanya hebat di dunia digital, tetapi juga kuat dalam nilai spiritual,” imbuhnya.
Peluncuran NGASYIK perdana menghadirkan KH Muhtar Wahid, S.T., M.T. sebagai pemateri. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB itu juga diramaikan live akustik SMP Negeri 1 Magetan, games, aktivitas interaktif, hingga photo booth.
Panitia turut menyediakan 100 crepes gratis bagi 100 peserta pertama. Seluruh rangkaian kegiatan dibuka gratis dan dapat diikuti masyarakat umum.
Tak berhenti pada kajian, rangkaian program NGASYIK dilanjutkan Minggu (8/11/2026) dengan pelatihan salat di lokasi yang sama. Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 11.30 WIB.
Widya berharap NGASYIK tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial saat peluncuran, tetapi berkembang menjadi gerakan pembinaan generasi muda yang berkelanjutan. Dukungan orang tua, tokoh agama, dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga konsistensi program tersebut.
Dia juga mengajak generasi muda agar tidak malu belajar mengaji dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an, termasuk bagi mereka yang merasa terlambat memulai.
“Mari kita buktikan bahwa anak muda Bulukerto bukan hanya generasi yang mengikuti perkembangan zaman, tetapi generasi yang mampu mewarnai zaman dengan iman, ilmu, dan akhlak,” pungkasnya. (Gal/PK)



