Wonomulyo Magetan Teladan Kerukunan Antarumat Beragama

0

POJOKKATA.COM, Magetan – Dusun Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur menjadi bukti nyata bahwa keberagaman tak menghalangi terciptanya keharmonisan sosial.

Di dusun yang berada di lereng Gunung Lawu ini, warga dengan latar belakang Islam, Kristen, dan Buddha hidup berdampingan dalam damai.

Kerukunan antarumat beragama itu tak hanya sebatas simbol. Dalam keseharian, masyarakat Wonomulyo menunjukkan nilai toleransi dan gotong royong yang kuat. Perbedaan keyakinan tidak menghalangi mereka untuk tetap kompak dalam kegiatan sosial, kerja bakti, hingga acara kemasyarakatan.

Kehidupan harmonis inilah yang menjadikan Desa Genilangit terpilih sebagai salah satu rintisan Desa Pancasila oleh Pemerintah Kabupaten Magetan. Nilai-nilai Pancasila tidak sekadar menjadi semboyan, tapi benar-benar dihayati dan dipraktikkan dalam kehidupan warga.

Semangat itu kembali ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi untuk Pemantapan Kerukunan Umat Beragama, yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Magetan bersama masyarakat Dusun Wonomulyo, Selasa (11/11/2025), di Aula Vihara Vimalakirti Wonomulyo.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Magetan, Hj. Nanik Sumantri, dan dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Plt. Kepala Bakesbangpol, Forkopimca Poncol, serta tokoh lintas agama setempat.

Plt Kepala Bakesbangpol Magetan, Suwito, menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya pemerintah memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila melalui peningkatan kerukunan antarumat beragama, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki keberagaman.

“Dusun Wonomulyo dipilih karena masyarakatnya heterogen dan berhasil menunjukkan bagaimana perbedaan bisa menjadi kekuatan, bukan perpecahan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Magetan, yang akrab disapa Bunda Nanik, menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah derasnya arus globalisasi dan informasi yang kerap memicu gesekan SARA.

“Kita ingin memastikan setiap warga Magetan, tanpa memandang agamanya apa, memiliki ruang yang sama untuk beribadah, bekerja, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” tutur Bunda Nanik.

Ia menambahkan, penetapan Wonomulyo sebagai nominator Rintisan Desa Pancasila merupakan bentuk apresiasi sekaligus amanah moral untuk terus menumbuhkan semangat toleransi dan gotong royong.

“Predikat ini bukan sekadar penghargaan, tetapi tanggung jawab bersama untuk menjaga harmoni sosial dan menularkan semangat toleransi kepada wilayah lain,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Magetan berharap, semangat yang ditunjukkan warga Wonomulyo dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Harmoni yang terbangun di lereng Lawu ini diharapkan mampu memperkuat fondasi kehidupan sosial yang damai, beradab, dan berlandaskan Pancasila di Bumi Mageti. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini