Atasi Kelangkaan Minyak di Magetan, Riyono Caping Blusukan Pasar hingga Gudang Grosir

0

POJOKKATA.COM, Magetan – Menjelang Hari Raya Lebaran, anggota legislatif PKS Dapil 7 Jawa Timur, Riyono Caping, bergerak cepat memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional tetap aman dan harga terjangkau. ia turun langsung ke sejumlah pasar untuk memantau kondisi riil di lapangan.

Menurut Riyono, sembilan kebutuhan pokok strategis seperti beras, minyak goreng, gula, tepung, daging, ikan, cabai, dan telur harus selalu tersedia bagi masyarakat. Ia mengaku telah melakukan pemantauan sejak awal Ramadan guna memastikan harga tetap terkendali sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET).

“Sejak awal Ramadan saya keliling memantau harga bahan pokok di pasar tradisional. Tujuannya memastikan harga beras dan minyak tetap stabil,” ujar Riyono saat ditemui di sela kunjungan dapilnya.

Dari hasil pemantauan selama dua pekan Ramadan, secara umum ketersediaan pangan dinilai masih aman. Namun, daya beli masyarakat disebut mengalami sedikit penurunan. Kondisi itu diakui pedagang kecil di Pasar Kawedanan yang merasakan pasar masih relatif sepi dan belum menunjukkan peningkatan signifikan menjelang Lebaran.

Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, Riyono kembali melakukan pengecekan intensif di pasar tradisional maupun gudang dan toko grosir.

Ia menemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas. Harga daging ayam misalnya naik dari sekitar Rp30 ribu menjadi Rp35–36 ribu per kilogram. Sementara cabai keriting melonjak dari kisaran Rp40–50 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram.

Di sisi lain, harga beras masih stabil di kisaran Rp13–14 ribu per kilogram. Namun persoalan serius muncul pada komoditas minyak goreng subsidi “Minyak Kita” yang dilaporkan kosong di pasaran lebih dari sepekan dan dijual di atas HET.

Untuk memastikan kondisi tersebut, Riyono melakukan pengecekan lanjutan di pasar yang lebih besar di wilayah Magetan dengan jumlah pedagang mencapai lebih dari seribu orang. Hasil koordinasi dengan kepala pasar serta pedagang menunjukkan fakta serupa, yakni stok Minyak Kita benar-benar habis.

Menindaklanjuti temuan itu, Riyono langsung berkoordinasi dengan pihak Perum Bulog wilayah 3 di Ponorogo. Pertemuan tersebut menghasilkan solusi cepat berupa komitmen suplai Minyak Kita ke wilayah Magetan pada pertengahan Maret 2026.

“Kesimpulan saya, minyak kita memang kosong. Setelah koordinasi, Bulog merespons cepat. Bahkan belum 24 jam, suplai langsung masuk ke Pasar Kawedanan dan pasar sayur di Magetan,” ungkapnya.

Riyono menilai respons cepat Bulog patut diapresiasi. Ia menyebut pihaknya turut membantu dengan memberikan informasi dan fakta kondisi lapangan agar distribusi bisa segera dilakukan.

Langkah blusukan dan koordinasi cepat tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat menjelang puncak permintaan saat Lebaran. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini