POJOKKATA.COM, PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo resmi menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), Jumat (10/4/2026). Meski bekerja dari rumah, disiplin dan integritas pegawai tetap menjadi sorotan utama.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, memberi contoh berbeda di hari pertama penerapan skema WFH dan work from office (WFO). Ia memilih berangkat ke kantor menggunakan becak listrik menuju kawasan Alun-Alun Utara.
Langkah itu merupakan bagian dari implementasi Surat Edaran (SE) tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di lingkungan Pemkab Ponorogo. Kebijakan tersebut mendorong efisiensi energi sekaligus perubahan pola kerja.
“Teman-teman naik sepeda. Saya naik becak karena mulai hari Jumat ini memang ada WFH maupun yang WFO di Pemkab Ponorogo,” ujarnya.
Lisdyarita menjelaskan, ASN yang tetap bekerja di kantor diminta menghemat penggunaan bahan bakar. Penggunaan transportasi alternatif seperti sepeda dan becak pun dianjurkan. Namun, bagi ASN yang tinggal jauh dari pusat kota, tetap diperbolehkan menggunakan kendaraan bermotor.
“Yang WFO disarankan tetap hemat BBM. Bisa naik becak, ada yang naik sepeda. Yang lokasinya lebih dari 5 kilometer tetap naik kendaraan, apalagi yang di daerah pegunungan,” jelasnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak semata soal efisiensi energi, tetapi juga mendorong pola hidup sehat dan kepedulian sosial. Ia mengaku sengaja memilih becak listrik sebagai bagian dari berbagi di hari Jumat.
“Kebetulan ini Jumat, biasanya kita beri keberkahan. Hari-hari ini sepi penumpang, jadi kita ingin berbagi rezeki dengan pengayuh becak,” ucapnya.
Perempuan yang akrab disapa Bunda Lis itu menegaskan, penerapan WFH bukan berarti melonggarkan tanggung jawab ASN. Ia meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) aktif memantau kinerja pegawai.
“WFH bukan untuk jalan-jalan, tapi tetap menjalankan tugas dari rumah,” tegasnya.
Pemantauan kinerja, lanjutnya, akan dilaporkan secara berkala sebagai bahan evaluasi. Pemkab memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal meski sebagian ASN bekerja dari rumah.
Di sisi lain, Bunda Lis juga mengajak ASN memperhatikan aspek sosial. Salah satunya dengan memanfaatkan jasa pengemudi becak, terutama dalam momentum Jumat Berkah.
“Kita bisa berbagi dengan menggunakan jasa pengemudi becak,” ungkapnya.
Pemkab Ponorogo akan terus mengevaluasi pelaksanaan WFH dengan tolok ukur produktivitas ASN, tanpa mengabaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Gal/PK)



