Sumbang Dua Emas di Jatim Open, Atlet Ponorogo Bidik Tiket Pelatnas

0

POJOKKATA.COM, Ponorogo – Awal manis ditorehkan kontingen Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Ponorogo pada ajang Jatim Open 2026. Turun di hari pertama, atlet andalan langsung menyumbang dua medali emas dari nomor tolak peluru dan lempar cakram.

Adalah Rizky Ahmad Jaelani yang menjadi bintang. Atlet muda tersebut tampil dominan di kelompok umur U-18 dengan catatan 15,13 meter pada tolak peluru dan 46,34 meter di lempar cakram. Hasil itu membuka peluang Rizky untuk dilirik masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Ketua Harian PASI Ponorogo Sukat mengakui persaingan di Jatim Open tidak mudah. Atlet dari berbagai daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi hingga Jambi turut ambil bagian.

“Persaingan sangat ketat, tapi anak-anak mampu menunjukkan kualitasnya,” ujarnya, Sabtu (2/5).

Kejuaraan yang digelar di Lapangan Oentoeng Poedjadi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu memang menjadi salah satu barometer pembinaan atlet nasional. Selain prestasi, ajang ini juga menjadi pintu seleksi menuju pelatnas.

PASI Ponorogo sendiri mengirimkan enam atlet. Mereka turun di berbagai nomor, mulai dari lempar cakram, tolak peluru, lempar lembing, hingga nomor lari dan lompat jauh. Beberapa atlet bahkan tampil di lebih dari satu nomor untuk memaksimalkan peluang medali.

“Masih ada peluang tambahan medali dari nomor lari 1.500 meter yang masih di babak penyisihan,” terang Sukat.

Ia menegaskan, target utama bukan sekadar medali. Pihaknya membidik setidaknya satu atlet bisa menembus pelatnas. Apalagi level persaingan di Jatim Open disebut lebih tinggi dibandingkan porprov maupun popda.

Prestasi yang diraih saat ini, lanjut Sukat, merupakan hasil pembinaan jangka panjang. PASI Ponorogo rutin menggelar Ponorogo Athletic Competition (PAC) sebagai ajang penjaringan atlet muda. Pada edisi kedua April lalu, sekitar 1.450 pelajar ambil bagian.

Dari ajang itulah bibit-bibit potensial dipantau dan dibina lebih lanjut. Rizky sendiri sudah masuk dalam pembinaan sejak 2021.

“Regenerasi terus kami lakukan setiap tahun, termasuk lewat jalur O2SN,” jelasnya.

Untuk meningkatkan mental bertanding, PASI juga aktif mengirim atlet ke berbagai kejuaraan. Dalam waktu dekat, sebanyak 23 atlet dijadwalkan tampil di Blitar Open akhir Mei mendatang.

Namun, di balik capaian tersebut, PASI Ponorogo masih menghadapi kendala fasilitas. Lintasan di Stadion Batoro Katong belum sesuai standar. Panjang satu putaran masih 412 meter, berbeda dari standar nasional 400 meter.

“Kami berharap ada renovasi. Supaya latihan, khususnya nomor lari, bisa lebih terukur dan maksimal,” pungkas Sukat. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini