17 Hari Pelatihan, Program Gasing Mulai Diterapkan di Magetan

0

POJOKKATA.COM, MAGETAN – Upaya meningkatkan kemampuan numerasi siswa di Kabupaten Magetan mulai digarap serius. Pemerintah Kabupaten Magetan berkolaborasi dengan Bappenas, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Gasing Academy meluncurkan pelatihan pendidikan berjenjang metode Gasing (Gampang, Asik, Menyenangkan), Senin (4/5/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Pendapa Surya Graha itu dihadiri Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Bupati Magetan Nanik Sumantri, jajaran pimpinan UNESA, serta founder Gasing Academy Yohanes Surya.

Sejumlah pemangku kepentingan pendidikan hingga pelajar SD dan SMP turut ambil bagian. Menariknya, kegiatan ini juga memperkenalkan 19 mahasiswi asal Uzbekistan.

Wakil Rektor Bidang Hukum UNESA Prof. Bachtiar Sjaiful Bachri menjelaskan, program ini dirancang berjenjang selama 17 hari dengan tujuh tahapan. Pelaksanaan dimulai 4 Mei 2026 dan dipusatkan di SMPN 1 Magetan. Sebanyak 13 pelatih dari Gasing Academy diterjunkan untuk mengawal proses pembelajaran.

“Kami berharap kegiatan ini memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus menjadi langkah awal yang berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati Magetan Nanik Sumantri menegaskan, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia unggul. Menurutnya, metode Gasing yang dikembangkan Yohanes Surya menawarkan pendekatan pembelajaran yang lebih mudah dipahami sekaligus menyenangkan.

“Tidak hanya memudahkan pemahaman, tetapi juga membangun keberanian, kepercayaan diri, serta pola pikir logis siswa,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan perguruan tinggi. Kolaborasi semacam ini dinilai krusial untuk memperkuat pembangunan pendidikan di daerah.

Senada, Rektor UNESA Prof. Nurhasan menyebut program tersebut sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.

“Kami berharap kolaborasi ini mampu melahirkan SDM unggul yang akan membawa Magetan semakin maju,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri PPN Febrian Alphyanto Ruddyard menyoroti pentingnya kemampuan numerasi sebagai fondasi akademik. Ia menilai metode Gasing menjadi solusi karena pendekatannya sederhana namun efektif.

“Dengan pemahaman dasar angka yang kuat, kemampuan akademik siswa akan ikut meningkat,” tegasnya.

Founder Gasing Academy Yohanes Surya mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga dalam program ini. Ia menegaskan, metode Gasing dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Sebanyak 11 trainer profesional dari berbagai daerah di Indonesia diterjunkan untuk mendampingi siswa selama 17 hari pelatihan.

“Ini adalah pembelajaran yang bahagia. Harapannya, dalam waktu singkat siswa bisa memahami konsep dasar numerasi dengan lebih baik,” pungkasnya. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini