POJOKKATA.COM, MAGETAN – Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Magetan dilakukan. Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas meninjau langsung penerapan metode pembelajaran Gasing (Gampang, Asik, Menyenangkan) di SMPN 1 Magetan, Senin (4/5/2026).
Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian launching pelatihan pendidikan berjenjang Gasing yang melibatkan berbagai pihak. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Magetan, jajaran Pemkab, Rektor Unesa, Founder Gasing Academy, hingga civitas akademika.
Di dalam kelas, suasana pembelajaran terlihat berbeda. Siswa tampak aktif, berani, dan antusias saat mempraktikkan metode berhitung cepat dan logika melalui permainan. Pendekatan ini mengubah citra matematika yang selama ini dianggap sulit menjadi lebih menyenangkan.
Metode Gasing sendiri menekankan pembelajaran bertahap dari konkret ke abstrak. Selain itu, teknik mencongak dan permainan logika menjadi kunci agar siswa lebih cepat memahami konsep numerik.
Wakil Rektor Bidang Hukum Unesa Prof. Dr. Bachtiar Sjaiful Bachri menjelaskan, program ini dirancang selama 17 hari dalam tujuh tahapan. Pelaksanaan dimulai 4 Mei 2026 dan dipusatkan di SMPN 1 Magetan.
“Program ini dikawal 13 pelatih dari Gasing Academy. Harapannya menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk peningkatan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Rektor Unesa Prof. Nurhasan menyebut kolaborasi ini sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
“Targetnya adalah generasi yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Menteri PPN/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menilai penguatan numerasi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan capaian akademik siswa.
“Pemahaman dasar angka sangat penting. Ini fondasi untuk kemampuan belajar di bidang lain,” tegasnya.
Founder Gasing Academy Prof. Yohanes Surya turut mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam program ini. Ia menekankan bahwa metode Gasing dirancang sebagai pembelajaran yang membahagiakan.
“Selama 17 hari, siswa akan didampingi 11 trainer profesional dari berbagai daerah. Targetnya, anak-anak bisa menguasai matematika dengan cepat dan percaya diri,” ungkapnya. (Gal/PK)



