POJOKKATA.COM, Ponorogo – Konsistensi sektor pertanian kembali menempatkan Ponorogo sebagai salah satu dari 10 besar kabupaten penghasil padi di Jawa Timur. Capaian ini menjadi indikator kuat peran strategis daerah dalam menopang ketahanan pangan provinsi.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno mengungkapkan, kontribusi Ponorogo terhadap produksi padi di level provinsi cukup signifikan. Bahkan, secara umum Jawa Timur telah mencapai swasembada pangan sejak Januari 2026 dan mencatatkan surplus beras.
“Jawa Timur sudah surplus sehingga beberapa ton bisa untuk ekspor. Jika melihat data lima tahun terakhir, tahun 2025 merupakan produksi tertinggi. Ponorogo termasuk 10 besar kabupaten penghasil padi di Jatim,” ujarnya.
Menurut Heru, tantangan berikutnya bukan sekadar meningkatkan produksi, melainkan menjaga tren positif tersebut tetap stabil. Dia menekankan pentingnya inovasi dan peningkatan kualitas dalam pengelolaan pertanian agar Ponorogo tetap bertahan sebagai lumbung pangan.
“Tugas kita selanjutnya adalah mempertahankan capaian itu agar Ponorogo tetap menjadi daerah lumbung pangan,” tegasnya saat menghadiri panen raya di Desa Glinggang.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita turun langsung ke sawah dalam panen raya padi di Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, Kamis (30/4). Kehadirannya sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi.
Di desa tersebut, tradisi Metik terus dilestarikan. Selama satu dekade terakhir, para petani rutin menggelarnya sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen.
“Metik tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga representasi kegigihan para petani dalam menjaga ketahanan pangan. Mereka mencurahkan tenaga, waktu, dan kesabaran dalam mengolah lahan,” kata Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Lis.
Dia menambahkan, kekuatan sektor pertanian Ponorogo terletak pada kemampuan petani memadukan kearifan lokal dengan teknologi modern. Hasilnya, produksi padi pada 2025 mencapai 436,30 ribu ton gabah kering giling (GKG) dari luas lahan tanam 74,20 ribu hektare.
“Ponorogo merupakan salah satu lumbung padi di Jawa Timur dengan produktivitas panen tinggi,” pungkasnya. (Gal/PK)



