Ribuan Peserta Padati Alun-Alun Ponorogo, Senam Ling Tien Kung Kian Digandrungi Lansia

0

POJOKKATA.COM, PONOROGO – Ribuan peserta mengikuti latihan bersama (latber) akbar Senam Ling Tien Kung, di Alun-Alun Ponorogo, Minggu (10/5/2026). Tak hanya berasal dari warga Ponorogo, peserta juga datang dari Magetan dan sejumlah daerah sekitar untuk mengikuti senam terapi yang kini semakin populer, khususnya di kalangan lanjut usia (lansia).

Tercatat sekitar 3.300 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Suasana alun-alun tampak semarak sejak pagi dengan gerakan-gerakan senam yang dilakukan serempak di bawah panduan instruktur.

Kegiatan itu turut dihadiri anggota Komisi D DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Hj. Atika Banowati. Dia mengaku merasakan langsung manfaat Senam Ling Tien Kung setelah rutin mengikuti latihan.

“Lin Tien Kung adalah terapi olah tubuh yang sangat bermanfaat, terutama bagi kaum senior. Gerakannya mampu mengurangi pegal-pegal dan membuat tubuh menjadi lebih bugar,” ujarnya.

Menurut Atika, manfaat yang dirasakan bukan sekadar teori. Dia mengaku kondisi tubuhnya jauh lebih baik setelah rutin bersenam.

“Sebelum ikut, setiap bangun pagi pinggang terasa sakit, lutut juga sering linu. Tapi setelah rutin senam, rasa ngilu itu berkurang bahkan hilang. Yang pasti, badan terasa lebih fresh,” ungkapnya.

Tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi sosial yang positif bagi masyarakat.

“Yang tidak kalah penting, kita jadi punya banyak teman baru. Suasananya menyenangkan,” tambahnya.

Latber akbar itu juga dihadiri Koordinator Senam Ling Tien Kung Bumi Reog, Luhur Karsanto, Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Sugiarto, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Di sisi lain, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengaku bangga melihat meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Perempuan yang akrab disapa Bunda Lis itu bahkan ikut turun langsung mengikuti senam bersama ribuan peserta.

“Ling Tien Kung ikut serta membangun kesadaran masyarakat Ponorogo tentang kesehatan,” katanya.

Menurutnya, gerakan-gerakan dalam Ling Tien Kung yang terlihat sederhana ternyata cukup menguras tenaga dan membutuhkan ketahanan tubuh yang baik.

“Banyak peserta yang usianya sudah tidak lagi muda, namun masih mampu mengikuti setiap gerakan. Ketahanan tubuh yang luar biasa,” ungkapnya.

Bunda Lis juga mengapresiasi perkembangan pesat komunitas Ling Tien Kung di Ponorogo. Saat awal berdiri pada akhir 2023 lalu, jumlah anggotanya masih belasan orang. Kini, sekitar 1.500 anggota aktif rutin mengikuti latihan di berbagai sasana yang tersebar di sejumlah kecamatan.

“Halaman ini ada 3.000 lebih yang ikut senam,” ujarnya.

Ling Tien Kung atau dikenal sebagai Ilmu Titik Nol merupakan metode terapi olah tubuh yang berfokus pada pembangkitan energi internal, aktivasi organ tubuh, serta menjaga keseimbangan tubuh. Latihan ini mengandalkan gerakan pelan dan sederhana seperti jinjit serta teknik menahan otot tubuh untuk membantu menjaga stamina dan kesehatan. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini