POJOKKATA.COM, MAGETAN – Anjloknya harga telur di tingkat peternak di tengah naiknya biaya produksi membuat Pemkab Magetan bergerak cepat. Melalui Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah daerah menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyerap telur milik peternak lokal.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menjaga stabilitas harga telur sekaligus meningkatkan konsumsi protein hewani melalui program MBG di sekolah-sekolah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Magetan, Drs. Welly Kristianto, M.Si., mengatakan penurunan harga telur belakangan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bahkan sebelumnya para peternak sempat melakukan aksi sosial dengan membagikan telur kepada pengguna jalan sebagai bentuk keresahan atas jatuhnya harga pasar.
“Kami gandeng SPPG untuk berkolaborasi membantu peternak dengan meningkatkan konsumsi telur. Selama ini menu telur di program MBG hanya dua kali dalam seminggu, sekarang kita komunikasikan agar ditambah satu kali lagi,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Menurut Welly, penambahan frekuensi menu telur dinilai cukup potensial menyerap produksi telur peternak lokal. Sebab, setiap SPPG melayani sekitar 1.000 hingga 1.500 penerima manfaat program MBG.
“Kalau dikalikan jumlah penerima manfaat tentu lumayan besar penyerapannya,” katanya.
Tak hanya itu, Pemkab Magetan juga meminta agar harga pembelian telur tidak ditekan terlalu rendah. Pembelian telur diupayakan mengikuti Standar Harga Pembelian (SHP) agar peternak tetap memperoleh keuntungan yang layak.
“Jangan dibeli Rp 19 ribu atau Rp 21 ribu per kilogram. Kita dorong sesuai SHP, sekitar Rp 26,5 ribu,” tegasnya.
Welly menambahkan, saat ini di Kabupaten Magetan terdapat 64 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, sebagian masih dalam kondisi suspend sehingga belum seluruhnya beroperasi optimal.
Pemkab berharap kolaborasi antara Satgas MBG, BGN, dan SPPG tersebut mampu menjadi solusi jangka pendek untuk membantu peternak telur di tengah lesunya harga pasar, sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat melalui program MBG. (Gal/PK)



