Magetan Ajak 18 Bunda GenRe, PAUD, dan Forikan Cegah Stunting dan Cetak Generasi Emas

0

POJOKKATA.COM, Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengukuhkan 18 Bunda Generasi Berencana (GenRe) yang sekaligus menjabat sebagai Bunda PAUD dan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) tingkat kecamatan se-Kabupaten Magetan.

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul dan menekan angka stunting di Magetan.

Pengukuhan digelar di Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan, Rabu (13/5/2026). Kegiatan itu dihadiri jajaran pemerintah daerah, TP PKK, hingga organisasi terkait pendidikan dan kesehatan keluarga.

Ketua panitia, Suhardi mengatakan pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni administratif. Menurut dia, kegiatan itu merupakan bentuk penguatan legalitas sekaligus pengakuan terhadap peran strategis Bunda PAUD, Bunda GenRe, dan Ketua Forikan di tingkat kecamatan.

“Keberadaan bunda dan ketua kecamatan ini memiliki peran strategis sebagai tokoh sentral dan mitra utama dalam mewujudkan generasi yang berkualitas,” ujarnya.

Suhardi berharap para penggerak yang baru dikukuhkan mampu menjadi lokomotif pembangunan sosial di wilayah masing-masing. Terutama dalam mendorong layanan holistik integratif bagi anak, penguatan keluarga remaja, hingga peningkatan konsumsi ikan untuk mendukung penurunan stunting.

Ketua TP PKK Kabupaten Magetan, Arini Handayani Suyatni, menegaskan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari sisi fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, perhatian terhadap anak, remaja, dan keluarga menjadi investasi penting bagi masa depan daerah.

“Bunda PAUD, Bunda GenRe, dan Ketua Forikan sesungguhnya memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkualitas, dan berakhlak mulia,” katanya.

Dia menilai peran tersebut tidak bisa berjalan parsial. Menurutnya, perlu keterlibatan keluarga, masyarakat, dan pemerintah secara terpadu agar pembentukan karakter anak dan remaja berjalan optimal.

Arini juga mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat. Selain itu, ia mendorong budaya gemar makan ikan sejak usia dini untuk memperkuat asupan gizi anak.

“Keberadaan bunda-bunda ini memiliki peran strategis sebagai tokoh sentral dan mitra utama dalam mewujudkan generasi yang berkualitas sejak usia dini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan, Nur Haryani, menjelaskan Forikan dibentuk untuk meningkatkan sekaligus mengampanyekan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Menurut dia, Forikan tingkat kecamatan memiliki peran penting sebagai inspirator, kreator, motivator, sekaligus aktivator program Gemarikan hingga level desa dan sekolah.

Nur Haryani mengungkapkan angka konsumsi ikan (AKI) di Kabupaten Magetan sebenarnya cukup baik pada 2024. Namun, angka tersebut mengalami penurunan pada 2025 sehingga perlu digenjot kembali tahun ini.

“Kita ketahui bahwa mengonsumsi produk perikanan akan memberikan manfaat bagi perbaikan gizi masyarakat,” ucapnya.

Ia menambahkan ikan memiliki kandungan protein yang mudah dicerna dan bermanfaat bagi kesehatan. Konsumsi ikan secara rutin juga diyakini dapat mengurangi risiko penyakit jantung serta membantu mencegah stunting.

“Asupan ikan dua porsi per pekan sangat baik untuk kesehatan dan pertumbuhan anak,” jelasnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Magetan, Condrowati, menegaskan Pemkab Magetan menaruh perhatian besar terhadap upaya pencegahan stunting melalui pendekatan siklus hidup. Salah satunya melalui penguatan edukasi remaja lewat program GenRe serta peningkatan gizi keluarga melalui gerakan gemar makan ikan.

“Melalui pengukuhan ini, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap lahir sinergisitas yang semakin kuat antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam menyiapkan Generasi Emas 2045 yang unggul, sehat, dan berdaya saing,” tandasnya. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini