Sekolah Rakyat di Magetan Batal Dibuka Tahun Ini, Terkendala Lahan dan Anggaran Rp 6 Miliar

0

POJOKKATA.COM, MAGETAN – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan membuka Sekolah Rakyat (SR) tahap rintisan dipastikan batal terlaksana tahun ini. Pemerintah pusat mengubah skema pelaksanaan program dengan meminta daerah langsung membangun Sekolah Rakyat permanen.

Konsekuensinya, konsep pemanfaatan Gedung Graha Pusat Literasi Plaosan sebagai lokasi sementara urung dijalankan. Padahal sebelumnya gedung tersebut telah diproyeksikan menampung sekitar 100 siswa jenjang SD dan SMP pada tahap awal program.

Kepala Dinas Sosial Magetan Elmy Kurniarto Widodo mengatakan, Magetan tidak masuk dalam daftar daerah pelaksana Sekolah Rakyat tahap rintisan. Pemkab kini diminta fokus menyiapkan pembangunan sekolah baru beserta kesiapan lahannya.

“Magetan tidak ditetapkan untuk rintisan. Kita langsung sekolah baru,” ujar Elmy, Kamis (21/5/2026).

Perubahan kebijakan tersebut membuat Pemkab Magetan harus menyiapkan lahan yang lebih representatif. Pemkab telah menyiapkan area lebih dari enam hektare di wilayah Manisrejo, Kecamatan Karangrejo, sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

Namun, kesiapan lahan masih menjadi pekerjaan rumah. Sebagian besar area belum dilakukan pengurukan sehingga belum siap dibangun. Dari total lahan yang tersedia, baru sekitar satu hektare yang telah dipadatkan.

Karena itu, Dinas Sosial kini mengajukan tambahan anggaran kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk melanjutkan proses pematangan lahan.

“Kita diminta komitmennya untuk kesiapan lahan. Yang diuruk baru satu hektare, sehingga kami mengajukan apakah tersedia anggaran untuk melanjutkan pengurukan,” katanya.

Berdasarkan estimasi Pemkab, biaya pengurukan lahan mencapai sekitar Rp 1 miliar per hektare. Dengan kebutuhan lahan lebih dari enam hektare, total anggaran pematangan diperkirakan menembus sekitar Rp 6 miliar.

Elmy menyebut, daerah lain yang saat ini telah memulai pembangunan ditargetkan bisa digunakan pada tahun ajaran baru mendatang. Sementara Magetan diperkirakan baru dapat merealisasikan operasional Sekolah Rakyat pada tahun ajaran berikutnya.

“Kalau daerah lain yang dibangun sekarang untuk tahun ajaran ini. Kalau kita kemungkinan untuk tahun ajaran berikutnya,” jelasnya.

Pada tahap awal operasional nanti, Sekolah Rakyat Magetan dirancang membuka empat rombongan belajar. Rinciannya, dua kelas SD dan dua kelas SMP. Masing-masing kelas ditargetkan menampung sekitar 40 siswa sehingga total kapasitas awal mencapai 160 siswa.

Saat ini, Dinas Sosial mulai melakukan pra-pendataan calon peserta didik. Sasaran utama program diprioritaskan bagi keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan kelompok masyarakat miskin. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini