POJOKKATA.COM, MAGETAN – Ratusan kader PKK Kecamatan Lembeyan mengikuti Sosialisasi Hasil Rakernas X PKK Tahun 2025 sekaligus Pemantapan Kader PKK. Kegiatan yang digelar di Parang Hill, Desa Mategal, Kecamatan Parang, Selasa (11/8/2026), menjadi momentum menyamakan arah program PKK hingga tingkat desa dan Dasa Wisma.
Kegiatan tersebut diikuti kader dari sembilan desa dan satu kelurahan di Kecamatan Lembeyan. Para kader dibagi berdasarkan kelompok kerja (pokja) untuk mendapatkan materi dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Magetan maupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Masing-masing kader juga didampingi kepala desa atau lurah.
Kegiatan itu diinisiasi Kecamatan Lembeyan melalui Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Lembeyan Bersatu. Pemantapan dilakukan untuk memastikan hasil Rakernas X PKK dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.
Ketua TP PKK Kecamatan Lembeyan Lis Purnawati Sinung mengatakan, salah satu fokus utama adalah mengevaluasi sekaligus mengembangkan program PKK agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital.
“Program PKK disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Yang perlu kita tingkatkan adalah kesadaran untuk turun ke masyarakat, terutama menjaga lingkungan dan menyiapkan pangan keluarga,” ujarnya.
Menurut dia, masing-masing pokja memiliki fokus program. Pokja I diarahkan pada pola asuh anak dan remaja di era digital. Edukasi tidak hanya berkaitan dengan pembatasan penggunaan gawai, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi secara positif.
Sementara Pokja II diarahkan pada pendidikan dan pengembangan kegiatan ekonomi keluarga, termasuk UMKM. Pokja III memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi.
“Harapannya, setiap keluarga bisa menyediakan pangan dari pekarangannya sendiri. Sehingga pemenuhan gizi bisa dimulai dari lingkup rumah,” jelasnya.

Program tersebut juga dikaitkan dengan pendampingan keluarga dalam pencegahan stunting serta penguatan pola asuh anak dan remaja di tengah perkembangan teknologi digital.
Lis menambahkan, hasil Rakernas X PKK telah mulai disosialisasikan secara berjenjang. Materi dari pusat yang disampaikan secara daring kemudian diteruskan melalui pertemuan dan pleno hingga kader tingkat desa, kelurahan, bahkan Dasa Wisma.
“Setiap pertemuan dan pleno kita sampaikan. Jadi kader mulai dari Dasa Wisma sampai tingkat desa dan kelurahan mengetahui program terbaru dari PKK,” katanya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Magetan Arini Handayani, ia menilai kader PKK Lembeyan memiliki modal kuat untuk menjalankan hasil Rakernas X. Kekompakan dan keterlibatan kader dari tingkat desa hingga Dasa Wisma menjadi modal penting untuk menjalankan program.
“Secara kasat mata sudah kompak, bagus, dan guyub. Yang penting teman-teman solid. Insya Allah kader-kader Lembeyan sudah mumpuni dan mapan,” ujarnya.
Arini menjelaskan, Rakernas PKK menghasilkan sejumlah penyesuaian program dan tata kelola kelembagaan. Salah satu perhatian utama saat ini adalah digitalisasi. Kader didorong mulai mengenal teknologi, tidak hanya untuk pelaksanaan program, tetapi juga dalam administrasi dan pelaporan.
“Sekarang mulai kita kenalkan digitalisasi. Pelaporan kesekretariatan maupun keuangan bendahara mulai diarahkan ke digital. Jadi kader PKK di desa mulai melek teknologi,” jelasnya.
Selain itu, administrasi dan dokumentasi menjadi bagian yang mendapat perhatian khusus. Arini menyebut kegiatan PKK selama ini lebih banyak berorientasi pada praktik di lapangan. Namun, dokumentasi dan administrasi terkadang belum mendapat perhatian yang sama.
“Setiap kegiatan harus ada dokumentasinya untuk laporan. Ini yang mulai kita ingatkan dan benahi,” tegasnya.
Arini berharap pemantapan tersebut tidak berhenti pada pemahaman materi. Kader diharapkan mampu mengaplikasikan program sesuai kondisi masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah di tingkat desa dan kelurahan.

Sementara itu, Kecamatan Lembeyan berharap penguatan kader PKK dapat ikut mempercepat berbagai program pembangunan. Di antaranya penurunan angka stunting, pemulihan ekonomi, penanganan anak putus sekolah, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung agenda Kecamatan Lembeyan, seperti Gerakan ASRI, Lembeyan Gemati, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), serta berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya.
Dengan pemantapan tersebut, kader PKK diharapkan tidak sekadar menjadi pelaksana kegiatan, tetapi mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat. Terutama dalam menerjemahkan kebijakan PKK dari tingkat pusat agar sesuai dengan kebutuhan keluarga di tingkat desa dan kelurahan. (Gal/PK)



