POJOKKATA.COM, PONOROGO – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ponorogo dituntut berjalan tanpa celah. Mulai pembentukan dapur, pemenuhan standar operasional prosedur (SOP), hingga operasional harian harus mendapat pengawasan ketat.
Penegasan itu disampaikan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat memimpin rapat koordinasi evaluasi Satgas MBG di Ruang Bantarangin, Kamis (24/9). Rapat tersebut diikuti jajaran forkopimda, perangkat daerah terkait, hingga koordinator wilayah (korwil) MBG.
Evaluasi dilakukan untuk membahas sejumlah temuan di lapangan sekaligus menentukan langkah perbaikan. Lisdyarita menekankan agar potensi persoalan bisa diidentifikasi dan diantisipasi sejak awal.
“Dari awal pembentukan dapur sampai operasional kami anggap tidak ada masalah sama sekali. SOP, pengawasan, dan evaluasi harus diperhatikan,” tegas Lisdyarita.
Dia meminta setiap temuan di lapangan tidak berhenti sebatas laporan. Temuan harus didokumentasikan secara rinci, disertai analisis akar masalah dan rekomendasi penyelesaian yang terukur.
Pihak yang memiliki kewenangan juga diminta segera mengambil tindakan sesuai mandat dan fungsi masing-masing. Tindak lanjut tersebut selanjutnya harus dipantau melalui evaluasi secara berkelanjutan.
“Koordinasi antar-pemangku kepentingan harus diperkuat. Jangan sampai ada masalah di lapangan yang berlarut-larut hanya karena lemahnya koordinasi,” pintanya.
Di sisi lain, Pemkab Ponorogo ingin program MBG tak sekadar memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. Program tersebut juga diharapkan memberi efek ekonomi bagi masyarakat lokal.
Karena itu, pengelola dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta memprioritaskan tenaga kerja asal Ponorogo untuk kebutuhan operasional.
“Kecuali kepala SPPG, ahli gizi, atau lainnya bisa diambil dari luar. Namun untuk selain itu, utamakan warga Ponorogo,” ujarnya.
Kebijakan serupa diminta diterapkan dalam pengadaan bahan pangan. Selama kebutuhan bahan baku tersedia di Ponorogo, pengelola SPPG diminta menyerap produk lokal.
“Harus diusahakan mengambil bahan dari Ponorogo sendiri. Agar perekonomian berputar di Ponorogo, membantu petani kita, peternak kita, dan UMKM kita,” tandasnya. (Gal/PK)



