POJOKKATA.COM, Magetan — Kondisi memprihatinkan terjadi di SD Negeri 3 Sumber Sawit. Sejumlah siswa terpaksa belajar di luar ruang kelas tanpa alas, Rabu (6/5/2026). Mereka mengikuti pelajaran di teras sekolah, ruang guru, hingga halaman sekolah karena keterbatasan ruang belajar.
Sekolah dasar negeri tersebut hanya memiliki tiga ruang kelas untuk menampung kegiatan belajar siswa kelas 1 hingga kelas 6. Bahkan, dua ruang kelas harus dibagi bersama untuk dua tingkatan kelas berbeda.
Pantauan di lokasi, para siswa tampak mengerjakan tugas dengan beralaskan lantai tanpa tikar maupun meja belajar yang memadai. Kondisi itu disebut telah berlangsung bertahun-tahun.
Fahri, salah satu siswa SDN 3 Sumber Sawit, mengaku dirinya bersama teman-temannya harus belajar di luar ruangan karena ruang kelas dipakai untuk ujian siswa kelas 6.
“Karena kelas 6 ujian, belajar di teras tidak ada ruangan. Biasanya di panti (balai pertemuan desa). Biasanya di dalam ruangan, tapi takut berisik karena kelas 6 ujian,” ujarnya.

Plt Kepala SDN 3 Sumber Sawit, Supriyana Suyanta menjelaskan, keterbatasan gedung membuat sekolah terpaksa memindahkan sebagian siswa belajar di luar kelas agar ujian tetap berjalan kondusif.
“Gedungnya memang terbatas. Satu ruang dipakai ujian. Kalau anak-anak ditempatkan di dekat ruang ujian, khawatir mengganggu karena anak-anak kadang masih bercanda atau berbicara,” katanya saat ditemui di sekolah.
Menurutnya, sekolah hanya memiliki empat ruangan yang terdiri dari tiga ruang kelas dan satu ruang kantor yang juga difungsikan sebagai ruang guru, ruang kepala sekolah, sekaligus ruang komputer.
“Ada dua ruang yang dipakai bersama dua kelas berbeda,” ungkapnya.
Tak hanya kekurangan ruang, kondisi bangunan sekolah juga memprihatinkan. Sejumlah bagian plafon rusak dan atap sempat diperbaiki secara mandiri oleh pihak sekolah.
“Genteng kemarin baru diganti secara mandiri. Kalau plafon masih belum bisa memperbaiki,” imbuhnya.

Kondisi tersebut dicek langsung oleh Suhardi, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan itu turun langsung meninjau sekolah pada Jumat (8/5).
Suhardi mengakui keterbatasan ruang belajar di SDN 3 Sumber Sawit menjadi persoalan lama. Dari tiga ruang kelas yang ada, satu ruangan harus disekat menjadi dua kelas karena keterbatasan lahan dan jumlah siswa yang sedikit.
“Ruang kelas sebenarnya ada tiga, tapi satu ruang dibagi menjadi dua kelas. Jumlah murid keseluruhan sekitar 33 anak dari kelas 1 sampai kelas 6,” katanya.
Ia menyebut sekolah tersebut tetap dipertahankan karena menjadi satu-satunya sekolah di wilayah dusun setempat. Jika dilakukan regrouping, siswa harus menempuh jarak cukup jauh dengan medan yang sulit.
“Kalau ditutup kasihan anak-anak, karena sekolah lain cukup jauh,” ujarnya.
Terkait kerusakan bangunan, pihak Dikpora berjanji segera melakukan perbaikan, terutama plafon yang jebol serta fasilitas penunjang lain seperti toilet dan ruang guru.
“Kami segera tindak lanjuti plafon yang jebol itu. Yang penting anak-anak tetap nyaman dan hak belajarnya terpenuhi,” tegasnya.
Meski demikian, Suhardi mengakui pembangunan ruang kelas baru sulit dilakukan karena lahan sekolah sudah habis dan jumlah rombongan belajar tidak memenuhi syarat pembangunan tambahan ruang kelas dari sistem pendataan pendidikan nasional.
Sebagai solusi sementara, pihak sekolah diminta memastikan siswa yang belajar di luar ruangan tetap mendapat alas belajar yang layak.
“Kalau pembelajaran lesehan seperti itu, harus ada alasnya. Anak-anak tetap butuh kenyamanan dan konsentrasi saat belajar,” tandasnya. (Gal/PK)



