POJOKKATA.COM, MAGETAN – Sebanyak 100 pelajar dari 10 SMA/SMK di Kabupaten Magetan diberangkatkan mengikuti kegiatan Binlat Laboratorium Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa di Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara, Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno, Kediri, Sabtu (16/5/2026).
Pemberangkatan dilakukan langsung Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa didampingi pejabat utama (PJU) Polres Magetan. Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Selama mengikuti kegiatan di Kediri, para peserta mendapat pendampingan personel Bag SDM dan Sat Binmas Polres Magetan.
Adapun sekolah yang mengirimkan peserta yakni SMAN 1 Karas, SMKN 2 Magetan, SMKN 1 Magetan, SMKN Yosonegoro, SMAN 1 Kawedanan, SMAN 1 Maospati, SMKN 1 Bendo, SMAN 3 Magetan, SMAN 2 Magetan, dan SMAN 1 Magetan.
Dalam sambutannya, AKBP Erik menyampaikan harapannya agar para pelajar mampu menjadi generasi penerus bangsa yang unggul dan berkarakter.
“Kita akan memberangkatkan adik-adik kita yang akan mengikuti Pesantren Jati Diri Bangsa di Kediri. Pada semangat semua ini, calon-calon pimpinan masa depan negeri tercinta kita,” ujarnya.
Kapolres menegaskan, kegiatan binlat tersebut merupakan panggilan bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan bangsa.
“Kegiatan Binlat Laboratorium Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045 merupakan sebuah panggilan bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri menjadi insan yang unggul, berkarakter, dan cinta tanah air,” katanya.
Menurut dia, para peserta akan mendapat pembelajaran nilai-nilai penting kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Melalui kegiatan binlat ini, kita belajar tentang nilai-nilai karakter seperti integritas, gotong royong, kepemimpinan, kedisiplinan, dan semangat persatuan,” ungkapnya.
Dia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai wadah untuk membentuk pribadi yang tangguh, berakhlak mulia, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” tambahnya.
Sementara itu, Pengurus Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri, Kushartono menjelaskan, para pelajar akan mendapatkan pendidikan karakter berbasis sejarah, spiritualitas, dan kebangsaan.
“Anak-anak melakukan pembelajaran pendidikan karakter di Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara dan di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok Kediri. Menata hati, menata niat,” jelasnya.
Selain materi di dalam ruangan, peserta juga diajak memahami sejarah perjuangan Bung Karno melalui napak tilas sejumlah lokasi penting.
“Ada materi sejarah yang intinya kepada tiga pilar: spiritual, intelektual, dan kultural. Antara ilmu dan akhlak, ilmu dan tata krama harus seimbang,” ujarnya.
Menurut Kushartono, peserta akan diajak mengunjungi titik-titik penting perjalanan hidup Soekarno. Mulai tempat Bung Karno jatuh, belajar pidato, berdiskusi dengan tokoh pergerakan, hingga kamar pergantian nama Kusno menjadi Soekarno.
Dia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang kelak menjadi harapan Kabupaten Magetan.
“Saya berharap pemuda-pemudi yang hari ini hadir dari perwakilan sekolah-sekolah itu akan menjadi pemuda harapan kita bersama untuk membangun Magetan lebih baik,” pungkasnya.
Salah seorang peserta mengaku bangga bisa mengikuti kegiatan tersebut. Dia menilai program itu dapat membangkitkan kembali semangat nasionalisme di kalangan pelajar.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Magetan telah memberangkatkan kami untuk mengikuti Binlat Jati Diri Bangsa di Ndalem Pojok Kediri. Kegiatan ini menumbuhkan kembali jiwa nasionalisme dan cinta tanah air bagi kami para pelajar,” ujarnya. (Gal/PK)



