POJOKKATA.COM, JAKARTA – Penyaluran bantuan pangan pemerintah berupa beras dan Minyakita menjadi sorotan dalam rapat kerja (raker) dan rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog. Rendahnya realisasi distribusi bantuan memicu kritik dari anggota Komisi IV DPR RI, Riyono Caping.
Dalam rapat tersebut, pembahasan capaian anggaran 2025 hingga perjalanan anggaran 2026 berlangsung dinamis. Salah satu perhatian utama adalah lambannya penyaluran cadangan pangan pemerintah (CPP) kepada masyarakat penerima manfaat.
“Laporan capaian penyaluran cadangan pangan pemerintah berupa beras dan Minyakita yang diamanatkan Februari–Maret untuk 33 juta penerima manfaat dengan tujuan menjaga daya beli dan persiapan Lebaran 2026, faktualnya baru terserap 3,9 persen,” ujar Riyono Caping dalam rapat.
Politikus PKS itu menilai keterlambatan distribusi tidak bisa dibiarkan berlarut. Apalagi program tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah momentum kebutuhan tinggi menjelang Lebaran.
Berdasarkan paparan Bapanas, penugasan distribusi sebenarnya sudah diberikan kepada Bulog sejak awal 2026 dengan target seluruh bantuan selesai disalurkan pada akhir Maret. Namun, kenaikan harga plastik disebut menjadi salah satu kendala utama yang menghambat proses distribusi.
Riyono mengaku telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah gudang Bulog di daerah. Dari hasil tinjauannya, stok bantuan memang tersedia, meski belum sepenuhnya mencukupi.
“Saya cek langsung ke gudang untuk memastikan barangnya ada atau tidak. Di Ponorogo dan Pacitan, beras dan Minyakita ada di gudang Bulog, tetapi belum sepenuhnya cukup,” tambahnya.
Sementara itu, percepatan distribusi mulai dilakukan Bulog. Per 7 Mei 2026, Bulog Ngawi mulai menyalurkan bantuan pangan kepada 166.903 penerima manfaat. Bantuan yang disalurkan berupa 3.338.060 kilogram beras dan 667.612 liter Minyakita.
Meski demikian, Riyono menegaskan kendala teknis seperti kemasan plastik tidak boleh menjadi alasan berlarutnya distribusi bantuan. Dia meminta Bulog dan Bapanas bekerja ekstra keras agar penyaluran bisa segera tuntas.
“Kendala kemasan plastik untuk beras membuat penyaluran terlambat. Kami di Komisi IV meminta kendala itu segera diatasi dan bantuan pangan bisa diselesaikan dalam 14 hari kerja,” tegasnya. (Gal/PK)



