POJOKKATA.COM, PONOROGO – Kerusakan Jembatan Plapar di jalur provinsi Ponorogo–Pacitan makin mengkhawatirkan. Cek dam sungai, talud, hingga tembok penahan di sekitar jembatan yang berada di Desa Caluk, Kecamatan Slahung, mengalami kerusakan cukup parah akibat longsor setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kondisi itu membuat jalur utama penghubung Ponorogo menuju Pacitan rawan membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan bertonase besar. Saat ini kendaraan dengan muatan di atas 10 ton dilarang melintas.
Kerusakan terjadi pada bagian sekitar struktur penyangga jembatan. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kerusakan akan meluas dan mengancam akses transportasi di jalur vital selatan Jawa Timur tersebut.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita turun langsung meninjau lokasi pada Jumat (22/5/2026). Kehadiran perempuan yang akrab disapa Bunda Lis itu untuk memastikan penanganan darurat segera dilakukan.
Menurutnya, Pemkab Ponorogo segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Kebencanaan agar proses penanganan dapat dipercepat. Langkah itu sekaligus membuka akses penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Ini segera kita proses dan kita ajukan ke provinsi, agar perbaikan bisa cepat dilakukan,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Anggaran BTT tersebut nantinya dipakai untuk menutup kekurangan kebutuhan dana perbaikan yang saat ini tersedia di DPA UPT PJJ Madiun Dinas PU Bina Marga Jatim.
Sembari menunggu proses administrasi dan perbaikan, sistem buka tutup jalur masih diberlakukan. Pemkab juga meminta pembatasan tonase kendaraan diperketat demi mengurangi risiko kerusakan bertambah parah.
“Untuk tonase jangan maksimal 10 ton, harus diturunkan. Ini jalurnya rawan,” tegasnya.
Warga dan pengguna jalan diminta lebih waspada saat melintasi kawasan tersebut, terutama saat hujan turun karena kondisi tanah di sekitar jembatan masih labil. (Gal/PK)



