POJOKKATA.COM, MAGETAN – Desa Panggung, Kecamatan Barat mewakili Kabupaten Magetan dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026 berhasil menembus enam besar terbaik dari 38 kabupaten/kota se-Jatim.
Keberhasilan tersebut diperoleh setelah Desa Panggung lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan presentasi atau pemaparan yang digelar secara daring bersama tim penilai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa
Timur, Rabu (3/6/2026).
Dalam tahapan ini, Desa Panggung bersaing dengan lima desa terbaik lainnya di Jawa Timur untuk memperebutkan tiket menuju tiga besar yang akan melaju ke tahap klarifikasi lapangan.
Pemaparan dilaksanakan di Aula Kantor Desa Panggung. Pemerintah desa mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magetan Arini Handayani, Camat Barat, Dinas PMD, Dinas Kominfo, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Sesuai mekanisme lomba, peserta diwajibkan menayangkan video profil desa, presentasi kepala desa, paparan Ketua TP PKK, penyampaian dari unsur BPD, hingga sesi tanya jawab bersama tim penilai Provinsi Jawa Timur.

Kepala Desa Panggung Wiwik Widyastutik memaparkan berbagai capaian dan inovasi desa, mulai bidang pemerintahan, kewilayahan, pelayanan publik, pengelolaan aset desa, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian tim penilai adalah aplikasi “Pak Wawa”, layanan berbasis digital yang dikembangkan untuk mempermudah masyarakat mengakses berbagai pelayanan desa.
“Pada presentasi tadi kami memaparkan profil desa, batas wilayah, program unggulan, termasuk inovasi Pak Wawa dan bagaimana masyarakat bisa mengakses layanan tersebut meski kondisi geografis dan kemampuan teknologi warga berbeda-beda,” ujar Wiwik.
Dalam sesi tanya jawab, tim penilai menyoroti efektivitas penerapan aplikasi Pak Wawa di tengah masyarakat yang masih didominasi warga lanjut usia dan belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
Menjawab hal itu, Wiwik menjelaskan bahwa pemerintah desa terus melakukan sosialisasi melalui RT, perangkat desa, hingga pendampingan langsung kepada warga.
“Kami rutin melakukan sosialisasi melalui RT dan perangkat desa. Jaringan internet juga sudah menjangkau seluruh wilayah desa. Hampir semua warga memiliki WhatsApp. Untuk warga lansia, penggunaan aplikasi bisa dibantu anak atau keluarganya,” jelasnya.
Tim penilai juga mengajukan pertanyaan terkait strategi desa menghadapi anjloknya harga hasil pertanian dan peternakan.
Pemerintah Desa Panggung menjelaskan telah memiliki Gapoktan dan lumbung desa yang membantu petani mengelola hasil panen.
“Untuk gabah misalnya, warga sudah terbiasa mengeringkan hasil panen terlebih dahulu sebelum dijual sehingga nilai jualnya lebih baik,” tambah Wiwik.
Sementara untuk menghadapi musim kemarau, desa mengandalkan keberadaan embung serta pompa diesel yang dimiliki warga untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian.
Sedangkan ketika terjadi kerusakan jalan, pemerintah desa bersama masyarakat mengedepankan semangat gotong royong melalui swadaya warga sesuai kemampuan yang ada.
Ketua TP PKK Kabupaten Magetan Arini Handayani mengapresiasi penampilan tim Desa Panggung dalam tahapan presentasi tersebut. Menurutnya, meski baru pertama kali mengikuti lomba desa tingkat provinsi, seluruh tim mampu tampil maksimal.
“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Paparan dari kepala desa, PKK, dan BPD disampaikan tepat waktu, lugas, jelas, dan menjawab seluruh pertanyaan dengan baik. Yang paling terlihat adalah kekompakan tim karena setiap jawaban saling melengkapi,” katanya.
Arini berharap hasil presentasi tersebut mampu mengantarkan Desa Panggung masuk tiga besar Jawa Timur sehingga berhak mengikuti tahapan klarifikasi lapangan oleh tim penilai provinsi.
“Kami berharap Desa Panggung bisa masuk tiga besar dan lanjut ke penilaian lapang. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Magetan agar bisa menjadi juara di tingkat Jawa Timur,” ujarnya.
Sebagai informasi, hasil penilaian presentasi akan digunakan tim penilai untuk menentukan tiga desa terbaik dan tiga kelurahan terbaik yang berhak melanjutkan ke tahap klarifikasi lapangan. Pada tahap tersebut, tim penilai Provinsi Jawa Timur akan melakukan verifikasi langsung ke lokasi untuk memastikan kesesuaian antara paparan dan kondisi riil di lapangan. (Gal/PK)



