POJOKKATA.COM, MAGETAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan memperingati Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 Tahun 2026 dengan menggelar upacara di halaman Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Magetan, Rabu (22/7). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen memperkuat sektor pertanian sekaligus menyerahkan berbagai bantuan kepada kelompok tani.
Dalam rangkaian kegiatan, Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti menyerahkan bantuan secara simbolis berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan bibit pertanian, serta santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Selain itu, juga dilakukan penyerahan hadiah berbagai perlombaan yang digelar dalam rangka memeriahkan HKP ke-54.
Bupati Nanik mengatakan Hari Krida Pertanian bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pelaku sektor pertanian yang selama ini menjadi penopang ketahanan pangan.
“Hari Krida Pertanian pada hakikatnya merupakan hari bersyukur, hari berbangga hati, sekaligus hari mawas diri. Ini adalah momentum untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pahlawan pangan, bapak-ibu petani, peternak, dan pekebun yang tanpa lelah memastikan ketersediaan pangan di atas meja makan kita setiap hari,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkab Magetan terus berkomitmen memperjuangkan pembangunan sektor pertanian melalui sinergi bersama pemerintah pusat dan berbagai kementerian terkait. Dukungan tersebut diarahkan untuk mempercepat penyediaan sarana dan prasarana pertanian, modernisasi alsintan, pengembangan kawasan pertanian, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian.
Pemkab juga berkomitmen mendampingi petani secara berkelanjutan melalui dinas teknis. Bentuk dukungan tersebut meliputi kemudahan akses pupuk, perbaikan infrastruktur irigasi, pendampingan penyuluh pertanian, hingga fasilitasi permodalan dan akses pasar.
Bunda Nanik menilai Magetan memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur berkat bentang alam yang membentang dari lereng Gunung Lawu hingga kawasan dataran rendah. Namun, tantangan seperti perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga alih fungsi lahan mengharuskan sektor pertanian terus beradaptasi dan berinovasi.
Untuk itu, Pemkab Magetan mendorong tiga langkah strategis, yakni penerapan teknologi melalui smart farming dan modernisasi alsintan, regenerasi petani dengan mencetak petani milenial yang inovatif, serta penguatan sektor hilir melalui hilirisasi hasil pertanian agar memiliki nilai tambah.
“Pembangunan sektor pertanian tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, akademisi, sektor swasta, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat gotong royong, saya yakin pertanian Magetan akan semakin maju, mandiri, dan modern,” tegasnya.
Peringatan HKP ke-54 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan teknis dan edukatif, di antaranya temu teknis perbenihan, panen sayur bersama, final lomba Kelompencapir, serta gelar potensi unggulan pertanian. Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, Pemkab Magetan optimistis mampu mewujudkan sektor pertanian yang semakin tangguh sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (Gal/PK)



