POJOKKATA.COM, MAGETAN – Tangis bayi terdengar dari kebun belakang sebuah rumah di Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Magetan, Jumat (4/9/2026) pagi. Bayi laki-laki yang baru dilahirkan secara prematur itu ditemukan setelah polisi menerima laporan mencurigakan dari Puskesmas Sidorejo.
Bayi tersebut diduga dibuang oleh ibu kandungnya yang masih berstatus siswi SMK. Peristiwa itu terungkap setelah sang ibu datang ke Puskesmas Sidorejo dalam kondisi mengalami pendarahan pascapersalinan. Namun, dia datang tanpa membawa bayi yang baru dilahirkannya.
Kondisi tersebut membuat petugas kesehatan curiga. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Kepolisian Subsektor Sidorejo.
“Kami mendapat laporan mencurigakan dari Puskesmas. Ada indikasi seorang ibu usai melahirkan, tetapi keberadaan bayinya tidak diketahui. Ini yang langsung kami tindak lanjuti,” ujar Kepala Polsubsektor Sidorejo Ipda Bakoh.
Mendapat laporan tersebut, polisi langsung mendatangi rumah siswi yang bersangkutan. Petugas melakukan pencarian di sekitar lokasi hingga akhirnya menemukan bayi laki-laki tersebut di area kebun belakang rumah.
Bayi kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sidorejo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Karena kondisinya lahir prematur, bayi selanjutnya dirujuk ke RSUD dr. Sayidiman Magetan untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.
Bakoh menyebut kondisi bayi saat ditemukan secara umum cukup baik. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun kelainan fisik pada tubuh bayi.
“Kondisinya secara umum baik saat diamankan, Alhamdulillah. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau cacat pada tubuhnya. Namun, karena ia lahir prematur, perawatan intensif di RSUD adalah prioritas utama untuk memastikan keselamatannya,” jelasnya.
Di sisi lain, polisi masih mendalami alasan bayi tersebut berada di kebun. Motif dan kronologi persalinan hingga bayi ditemukan belum dapat dipastikan.
Penanganan terhadap sang ibu juga menjadi perhatian aparat.
Kondisinya masih lemah setelah menjalani persalinan sehingga polisi memilih mengutamakan aspek medis sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami masih fokus pada penyelamatan nyawa dulu. Untuk motif dan detail kejadian, penyelidikan masih berlangsung,” tegas Bakoh.
Untuk mengungkap kasus tersebut, Tim Inafis Polres Magetan bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) telah diterjunkan ke lokasi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. (Gal/PK)
Hingga kini, jajaran Polres Magetan masih mengurai rangkaian kejadian tersebut. Polisi belum menyimpulkan secara pasti tindakan yang dilakukan terhadap bayi maupun motif di balik keberadaannya di kebun.
“Kami sedang memeriksa saksi-saksi dan mengamankan barang bukti dari rumah tersebut. Hasil lengkapnya akan kami sampaikan kemudian,” tandas Bakoh. (Gal/PK)



