POJOKKATA.COM, MAGETAN — Solidaritas warga Magetan untuk penyintas bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bergerak. Bupati Magetan Hj. Nanik Rusminiarti melepas keberangkatan tim relawan R24 Jam yang membawa bantuan logistik sekaligus misi kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana.
Pelepasan dilakukan saat Bupati yang akrab disapa Bunda Nanik tersebut mengunjungi markas R24 Jam di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Senin (14/9/2026). Kunjungan itu sekaligus untuk memastikan kesiapan logistik dan personel sebelum bertolak menuju lokasi bencana.
Bunda Nanik mengapresiasi gerakan kemanusiaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Magetan. Bantuan yang dikumpulkan tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga masyarakat, pengusaha, Baznas, BPBD, hingga berbagai kelompok lainnya.
”Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Magetan. Ini bentuk solidaritas kita untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah di NTT,” ujar Bunda Nanik.
Selain menyerahkan bantuan yang dititipkan masyarakat, Bunda Nanik juga turut memberikan bantuan pribadi untuk disalurkan langsung kepada para penyintas di lokasi bencana.
Logistik yang diberangkatkan difokuskan pada kebutuhan dasar warga terdampak. Di antaranya air bersih, bahan pangan, pakaian layak pakai, pampers, susu bayi, serta berbagai kebutuhan mendesak lainnya.
Tak berhenti pada distribusi bantuan. Tim R24 Jam juga membawa misi khusus untuk membangun mushola darurat bagi warga yang terdampak bencana.
Rencananya, tim berangkat Selasa (15/9). Sebanyak delapan personel dilibatkan dalam perjalanan tersebut. Rinciannya, tiga personel menggunakan satu truk serbaguna BPBD Magetan dan lima relawan lainnya menggunakan satu mobil penumpang.
Tim akan menjalankan misi kemanusiaan selama 15 hari di lokasi bencana. Selama berada di lapangan, relawan tidak hanya mendistribusikan bantuan, tetapi juga memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
Ketua Relawan R24 Jam Magetan Setyo Budi Hariyanto mengatakan, keberangkatan tim kali ini membawa dua fokus utama. Yakni menyalurkan bantuan kebutuhan dasar dan membantu pemulihan aktivitas warga pascabencana.
”Kami tidak ingin bantuan hanya berhenti pada pengiriman logistik. Tim akan turun langsung dan memastikan bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan. Termasuk menjalankan misi pembangunan mushola darurat,” kata Setyo Budi Hariyanto.
Menurut dia, dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam misi tersebut. Bantuan yang terkumpul merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga NTT yang tengah menghadapi situasi sulit setelah bencana.
”Kami membawa amanah dari masyarakat Magetan. Karena itu, selama di lokasi kami akan berupaya semaksimal mungkin agar bantuan tersebut tepat sasaran,” ujarnya.
Bunda Nanik pun mengajak masyarakat Magetan turut mendoakan kelancaran misi kemanusiaan tersebut. Terutama keselamatan seluruh relawan selama perjalanan hingga kembali ke Magetan.
”Semoga seluruh tim diberi keselamatan, dilancarkan selama menjalankan tugas kemanusiaan, dan kembali ke Magetan dalam kondisi sehat,” pungkasnya.
Kunjungan Bupati turut didampingi Kepala Dinas Komunikasi Cahaya Wijaya, S.STP., M.Si., Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo, S.STP., M.H., Camat Kawedanan Mahesa Kurniawan Fadli, S.IP., M.Hum., serta Kepala Bagian Prokopim Eko Budiono, S.H., M.H. (Gal/PK)



