POJOKKATA.COM, PONOROGO – Warga yang setiap hari melintas di jalur penghubung Ponorogo-Magetan boleh sedikit bernapas lega. Ruas Jalan Kalibening yang selama bertahun-tahun lebih banyak mendapat tambal sulam kini bakal mendapat penanganan lebih menyeluruh.
Ruas tersebut membentang dari kawasan perbatasan Ponorogo-Magetan, tepatnya dari arah Kedungbanteng-Danyang/Sukosari-Sekelip-Babadan-Keniten hingga Jarakan. Jalur itu menjadi salah satu akses penting dari wilayah utara Ponorogo menuju pusat kota.
Pemkab Ponorogo melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) mengalokasikan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 6 miliar untuk peningkatan Jalan Kalibening sepanjang 4,4 kilometer.
“Pekerjaan infrastruktur fisik ini terbagi dalam dua segmen. Segmen pertama mencakup panjang jalan kurang lebih 700 meter, sedangkan segmen kedua membentang sepanjang 3,7 kilometer,” kata Agus Setiobudi dari Bina Marga Pekerjaan Umum dan Bina Konstruksi (PUBK) Ponorogo, Selasa (15/9/2026).
Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima bulan atau 150 hari kalender. Dengan demikian, proyek ditargetkan rampung pada Desember mendatang.
Ruas Kalibening selama ini menjadi jalur harian dengan mobilitas kendaraan cukup tinggi. Selain menghubungkan sejumlah desa di wilayah Ponorogo, jalur tersebut juga menjadi akses antarkabupaten menuju Magetan melalui wilayah Kecamatan Lembeyan.
Agus menyebut penanganan jalan dilakukan setelah adanya usulan masyarakat sekaligus mempertimbangkan tingginya mobilitas kendaraan di kawasan perbatasan.
“Pembangunan penanganan infrastruktur jalan ini menindaklanjuti usulan dari masyarakat serta merespons tingginya mobilitas lalu lintas di wilayah perbatasan,” jelasnya.
Tak hanya pembangunan fisik, pemkab juga mengingatkan masyarakat ikut menjaga kondisi jalan setelah diperbaiki. Salah satunya dengan tidak melakukan pengecoran bahu jalan hingga lebih tinggi dari permukaan badan jalan.
Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat aliran air dan membuat air menggenang di badan jalan. Genangan menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan aspal.
Selain itu, Agus meminta kendaraan angkutan barang tidak mengangkut muatan melebihi kapasitas jalan. Jalan Kalibening dirancang memiliki daya dukung beban maksimal hingga 8 ton.
“Daya dukung beban maksimal ini sudah melalui evaluasi dan kajian khusus,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala DPUPKP Kabupaten Ponorogo Jamus Kunto Purnomo membenarkan terdapat empat paket pekerjaan jalan long segment yang pembiayaannya bersumber dari DAK. Seluruh paket tersebut telah melewati proses lelang.
Pemenang tender juga telah memulai pekerjaan fisik di lapangan. Tahapan pelaksanaan diawali dengan sejumlah pengujian, termasuk trial mix, sebelum dilanjutkan dengan pengaspalan.
Dengan dimulainya proyek tersebut, ruas Kalibening yang selama bertahun-tahun identik dengan penanganan tambal sulam kini mendapat kesempatan untuk diperbaiki dalam skala lebih panjang. Jika sesuai target, akses dari perbatasan Magetan menuju wilayah kota Ponorogo itu akan memiliki kondisi jalan yang lebih baik pada akhir tahun ini. (Gal/PK)



