POJOKKATA.COM, PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memanfaatkan Kemilau Pekan Raya Ponorogo (PRP) 2026 sebagai ajang mempromosikan potensi daerah. Tidak hanya menjadi ruang pamer produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kegiatan tersebut juga menjadi etalase inovasi pemerintah daerah, kreativitas pelajar, hingga perkembangan teknologi.
Bertempat di Alun-Alun Ponorogo, kegiatan yang pertama kali diselenggarakan ini resmi dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita, Selasa (3/11/2026) malam. Sebanyak 48 stan pameran dan 40 stan bazar UMKM turut meramaikan gelaran yang berlangsung hingga 6 November 2026 tersebut.
Berbagai produk unggulan lokal, inovasi perangkat daerah, serta hasil kreativitas pelajar ditampilkan untuk memperkenalkan potensi Ponorogo kepada masyarakat luas. Pemkab berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga membuka peluang pemasaran dan memperkuat daya saing produk lokal.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, Kemilau Pekan Raya Ponorogo dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi berbagai sektor untuk menunjukkan potensi dan hasil karya masing-masing.
“Kemilau Pekan Raya Ponorogo bukan sekadar perayaan dan pameran, melainkan panggung kebangkitan bersama untuk menunjukkan berbagai potensi daerah,” tegas perempuan yang akrab disapa Bunda Lis tersebut.
Menurut dia, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui stan pameran, perangkat daerah diharapkan mampu menyampaikan informasi pelayanan publik secara lebih terbuka, transparan, dan berkualitas.
Sektor UMKM menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan pekan raya tersebut. Puluhan stan bazar memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau calon konsumen yang lebih luas.
“Ada 48 booth yang ikut dalam acara ini, termasuk bagi UMKM sebagai sarana promosi dan perluasan pasar produk lokal agar semakin naik kelas,” ujarnya.
Selain produk UMKM, Pemkab Ponorogo juga menghadirkan Inotek Expo sebagai ruang bagi para inovator untuk memamerkan hasil pengembangan dan kreativitas. Sementara Student Music Festival memberikan kesempatan kepada pelajar untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.
Menariknya, pengunjung juga bisa mengenal perkembangan teknologi transportasi melalui Future Mobility Showcase. Pameran tersebut menghadirkan kendaraan listrik, baik mobil maupun sepeda motor, beserta fasilitas pengisian daya.
“Kehadiran pameran ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh teknologi kendaraan masa depan,” terang Bunda Lis.
Untuk menarik kunjungan masyarakat, panitia juga menghadirkan panggung hiburan gratis. Grup musik Last Child tampil pada malam pembukaan, sedangkan Ndarboy Genk dijadwalkan memeriahkan malam penutupan, Jumat (6/11/2026). Festival band pelajar juga digelar setiap hari.
Bunda Lis berharap Kemilau Pekan Raya Ponorogo dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang. Dengan begitu, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat promosi potensi daerah, tetapi juga memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha, inovator, dan generasi muda untuk berkembang.
Dia juga mengajak pengunjung dari luar daerah untuk menikmati potensi wisata dan kuliner Ponorogo, termasuk berkunjung ke kawasan Telaga Ngebel.
“Jangan lupa, ketika di Ponorogo nikmati kulinernya dan nikmati keindahan Telaga Ngebel,” pungkasnya. (Gal/PK)



