Konfercab PMII Surabaya Memanas, Pimpinan Sidang Klaim Diancam Lempar Kursi

0

POJOKKATA.COM, SURABAYA – Konferensi Cabang (Konfercab) XLIV Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya diwarnai keteganga, Minggu (5/10/2026). Dinamika persidangan memanas hingga pimpinan sidang mengaku mendapat ancaman lemparan kursi.

Pimpinan sidang, Risilva Aulia, menyebut ancaman tersebut terjadi ketika forum memasuki pembahasan sejumlah agenda yang memunculkan perbedaan pandangan antarpeserta.

“Saya mengalami ancaman lemparan kursi ketika situasi forum mulai memanas,” ujar Risilva.

Dalam situasi tersebut, kader PMII Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi sorotan. Ketegangan disebut melibatkan kader PMII UNAIR dan kader PMII Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Namun, dugaan keterlibatan kader PMII UNAIR dalam tindakan intimidatif tersebut masih membutuhkan klarifikasi dari pihak-pihak yang berada di lokasi. Belum ada keterangan resmi dari PMII UNAIR terkait tudingan tersebut.

Meski situasi memanas, pimpinan sidang tetap menjalankan tugasnya. Sejumlah peserta juga berupaya meredakan ketegangan agar dinamika forum tidak berkembang menjadi tindakan kekerasan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena pimpinan sidang memiliki mandat menjaga jalannya persidangan sesuai tata tertib organisasi. Perbedaan pendapat dalam forum merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, penyampaiannya semestinya tetap melalui mekanisme persidangan.

Ancaman terhadap pimpinan sidang, jika terbukti, berpotensi mengganggu jalannya forum dan independensi pimpinan sidang dalam mengambil keputusan.

Karena itu, kronologi kejadian perlu diperjelas melalui keterangan pimpinan sidang, panitia, peserta yang berada di lokasi, maupun pihak-pihak yang disebut terlibat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PMII UNAIR mengenai tudingan tersebut.

Konfercab XLIV PMII Surabaya sendiri semestinya menjadi ruang bagi kader untuk menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah dan argumentasi. Ketegangan yang berujung pada dugaan intimidasi justru berpotensi mengaburkan substansi forum organisasi. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini