Kapolres Baru Kulo Nuwun ke Tokoh Magetan

0

POJOKKATA.COM, MAGETAN – Belum genap sepekan menjabat, Kapolres Magetan AKBP Bagas Sancoyoning Aji langsung tancap gas membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dengan tokoh perguruan pencak silat serta ulama dan tokoh agama.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), sekaligus memperkenalkan diri sebagai Kapolres Magetan yang baru.

Pada Senin (5/10/2026), Bagas menyambangi kediaman Ketua PSHW TM Cabang Magetan Budiono di Desa Suratmajan, Maospati. Kunjungan dilanjutkan ke kediaman Ketua Korlap Nusantara PSHT, Zakaria, di Desa Madigondo, Takeran.

Dalam pertemuan tersebut, Bagas mengajak tokoh perguruan pencak silat bersama-sama menjaga kondusivitas Magetan. Termasuk mencegah potensi gesekan dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi serta musyawarah.

“Kedatangan kami ini ingin memperkenalkan diri, istilahnya kulo nuwun, sekaligus bersilaturahmi dalam rangka Harkamtibmas agar situasi wilayah Kabupaten Magetan tetap aman dan kondusif,” ujar Bagas.

Dia juga membawa semangat “Polisi Bersama Masyarakat” yang menjadi tagline Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

“Mari bersama-sama kita berkomitmen, Ayo Jogo Magetan, Jogo Jawa Timur, agar tetap aman dan damai. Sejalan dengan semangat ‘Seng Akur Kabeh Sedulur’, perbedaan perguruan bukan menjadi penghalang untuk bersama-sama menjaga persaudaraan dan keamanan di Magetan,” tegasnya.

Langkah serupa dilakukan Bagas pada Rabu (7/10/2026) dengan menyambangi sejumlah ulama dan tokoh agama. Di antaranya Ketua MUI Kabupaten Magetan KH Ahmad Fatoni dan Ketua GP Ansor Magetan Habib Mustofa atau Gus Tofa di Ponpes Darul Ulum, Poncol.

Kunjungan kemudian berlanjut ke kediaman KH Lukman Hidayat, Pengasuh Ponpes Hidayatul Mubtadiin Plaosan; Ustad Yuli, Pengasuh Ponpes Baitul Ulum Plaosan; serta Ketua Baznas Magetan KH Sumarno Abdul Aziz.

Bagas menyebut dukungan ulama dan tokoh agama sangat penting dalam menjaga stabilitas daerah. Terlebih, berbagai persoalan sosial di masyarakat tidak selalu bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan penegakan hukum.

“Kami memohon dukungan moral, saran serta kerja sama dari para ulama. Mari bersama-sama kita jaga situasi keamanan di wilayah Magetan agar tetap aman, damai, sejuk dan kondusif,” katanya.

Ketua MUI Magetan KH Ahmad Fatoni menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, komunikasi antara ulama dan kepolisian penting untuk mendinginkan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Apabila ada hal-hal di tengah masyarakat yang memerlukan peran serta ulama untuk didinginkan atau diselesaikan secara kekeluargaan melalui tabayyun, pintu komunikasi MUI akan selalu terbuka,” ujarnya.

Senada, KH Lukman Hidayat menegaskan komitmen menjaga kondusivitas Magetan. Para santri juga terus diingatkan untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini