Ngebel Rawan Longsor, Kota Ponorogo Dibayangi Banjir

0

POJOKKATA.COM, PONOROGO – Ancaman banjir dan tanah longsor mulai diantisipasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memasuki musim penghujan. Kawasan perkotaan menjadi perhatian karena berpotensi terdampak banjir, sementara wilayah pegunungan, khususnya Kecamatan Ngebel, diwaspadai rawan longsor.

Kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi itu ditandai dengan Apel Gelar Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam di Mapolres Ponorogo, Rabu (4/11/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Pemkab Ponorogo, TNI, Polri, serta sejumlah unsur relawan.

Apel dipimpin Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa dan dihadiri Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Tak sekadar apel kesiapan personel, kegiatan tersebut juga diisi pemeriksaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Mulai gergaji mesin, perahu karet, perlengkapan evakuasi, hingga logistik darurat dipastikan dalam kondisi siap digunakan.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperkirakan berlangsung mulai November 2026 hingga Februari 2027. Kondisi tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di sejumlah wilayah.

Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa mengatakan, pemetaan daerah rawan telah dilakukan sebagai langkah awal mitigasi. Fokusnya menyasar kawasan perkotaan yang berpotensi mengalami banjir serta wilayah perbukitan dan pegunungan yang memiliki risiko longsor.

“Mitigasi dan antisipasi sudah kami lakukan, terutama yang biasanya rawan banjir dan bagian atas atau pegunungan seperti Ngebel yang rawan tanah longsor,” ujarnya seusai apel.

Damus menegaskan, kesiapan tidak hanya menyangkut pemetaan lokasi rawan. Kepolisian juga menyiagakan hampir seluruh personel Polres Ponorogo beserta peralatan pendukung untuk menghadapi kemungkinan bencana selama musim hujan.

Koordinasi lintas instansi turut diperkuat dengan melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat. Dengan pembagian tugas yang terkoordinasi, personel maupun peralatan diharapkan bisa segera diterjunkan ketika terjadi bencana.

“Jadi ketika ada kejadian bencana tidak kalang-kabut menyiapkan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengingatkan pentingnya kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman bencana. Kesiapsiagaan dan sinergi antarlembaga menjadi faktor penting agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Pemkab berharap seluruh unsur tidak hanya siap dari sisi personel dan peralatan, tetapi juga mampu bergerak bersama ketika terjadi bencana. Dengan begitu, risiko korban jiwa maupun kerugian akibat banjir dan tanah longsor dapat ditekan. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini