Jawab Kekosongan Kepemimpinan, BEM Universitas Saintek Muhammadiyah Gelar Muslub

0

POJOKKATA.COM, Jakarta – Menjawab kevakuman kepemimpinan yang berlangsung sejak Oktober 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Saintek Muhammadiyah menggelar Musyawarah Luar Biasa (Muslub), Senin (27/4/2026). Forum ini menjadi langkah strategis untuk menata ulang arah organisasi sekaligus memastikan keberlanjutan gerakan mahasiswa.

Muslub mengusung tema “Manifesto Perubahan: Transisi Kepemimpinan dan Reorientasi Regenerasi Gerakan yang Berkelanjutan”. Tema tersebut menegaskan komitmen BEM dalam membangun kembali fondasi organisasi agar lebih terarah, progresif, dan berkelanjutan.

Pelaksanaan forum dibagi dalam dua tahapan sidang pleno. Pada 25 April 2026, digelar Pleno I dengan agenda pembahasan serta penetapan tata tertib sebagai landasan jalannya forum agar tetap tertib dan demokratis.

Selanjutnya, pada 27 April 2026, forum dilanjutkan dengan Pleno II dan Pleno III. Pada Pleno II, peserta membahas laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan sebelumnya sebagai bahan evaluasi organisasi.

Sementara Pleno III menjadi agenda utama yang berfokus pada penentuan arah organisasi sekaligus proses transisi kepemimpinan BEM ke depan.

Ketua BEM Universitas Saintek Muhammadiyah, Radityo Satrio, menegaskan bahwa Muslub merupakan bentuk tanggung jawab organisasi untuk mengakhiri kevakuman kepemimpinan.

“Muslub ini menjadi jawaban atas kekosongan yang terjadi sejak Oktober 2025. Kami ingin memastikan bahwa BEM kembali berjalan secara sah, terarah, dan mampu menjalankan perannya sebagai representasi mahasiswa,” ujarnya.

Senada, Wakil Ketua BEM, Hang Izzamudien Alaydrus, menyebut forum ini sebagai titik awal penguatan kembali fondasi organisasi.

“Melalui Muslub ini, kami berharap dapat menghadirkan kepemimpinan baru sekaligus menata ulang arah gerakan agar lebih progresif dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui forum tersebut, BEM Universitas Saintek Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang memiliki legitimasi kuat serta mengembalikan peran strategis organisasi sebagai wadah aspirasi mahasiswa, agen perubahan, dan kontrol sosial.

Muslub ini sekaligus menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali gerakan mahasiswa yang aktif, responsif, dan berdampak di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini