Jelang Idul Adha, Hewan Kurban di Magetan Diperiksa Ketat

0

POJOKKATA.COM, MAGETAN – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan memperketat pemeriksaan hewan kurban di sejumlah pasar hewan dan titik penjualan ternak. Langkah itu dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat, cukup umur, dan bebas penyakit menular.

Kepala Disnakkan Magetan, Nur Haryani, mengatakan pemeriksaan intensif mulai dilakukan di berbagai pasar hewan dan lokasi penampungan ternak kurban sejak beberapa hari terakhir.

“Kalau dari laporan sementara tentu ada hewan yang sakit, itu tidak kita loloskan dan tidak diberi surat keterangan layak kurban. Begitu juga yang belum cukup umur,” tegasnya, Rabu (13/5).

Menurut dia, pemeriksaan dilakukan menyeluruh terhadap sapi, kambing, maupun domba. Tim medis dan paramedis veteriner diterjunkan untuk mengecek kondisi fisik ternak, usia hewan, hingga memastikan tidak ada cacat yang mengurangi syarat sah kurban.

Selain pemeriksaan kesehatan, Disnakkan juga menggencarkan vaksinasi guna mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) yang sempat menyerang ternak di sejumlah daerah.

“Kasusnya tidak terlalu banyak dan alhamdulillah bisa ditangani dengan baik,” ujarnya.

Hewan yang dinyatakan sehat nantinya akan mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Dokumen itu menjadi jaminan bagi masyarakat bahwa hewan kurban aman dan layak disembelih saat Iduladha.

Nur Haryani mengingatkan para peternak maupun pedagang hewan kurban agar tidak hanya mengejar keuntungan saat permintaan pasar meningkat. Dia meminta kualitas dan kesehatan ternak tetap menjadi prioritas utama.

“Peternak harus menyediakan hewan yang sehat, cukup umur dan tidak cacat sesuai peraturan dan fatwa MUI. Jangan hanya mengejar keuntungan tetapi mengabaikan syarat kelayakan hewan kurban,” katanya.

Di sisi lain, Disnakkan juga mencatat adanya perubahan harga ternak menjelang Iduladha tahun ini. Harga sapi mengalami kenaikan cukup signifikan akibat dampak berkepanjangan wabah PMK.

Menurut Nur Haryani, gangguan reproduksi pada indukan sapi selama wabah menyebabkan jumlah anakan menurun sehingga stok sapi bakalan berkurang di pasaran.

“Dampak PMK masih terasa sampai sekarang. Reproduksi indukan terganggu sehingga jumlah anakan sapi menurun. Akibatnya stok sapi bakalan berkurang dan harga sapi di pasaran ikut naik,” jelasnya.

Kenaikan harga sapi disebut mencapai sekitar Rp 2 juta per ekor dibanding tahun lalu. Sebaliknya, harga kambing dan domba justru mengalami penurunan akibat melimpahnya pasokan ternak di pasaran.

“Untuk kambing dan domba justru mengalami penurunan harga karena terjadi overproduksi. Banyak peternak beralih memelihara kambing dan domba setelah wabah PMK,” imbuhnya.

Meski begitu, Pemkab Magetan memastikan kebutuhan hewan kurban tahun ini masih mencukupi. Sebagian pasokan sapi diperkirakan didatangkan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Disnakkan juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli hewan kurban dengan memastikan ternak memiliki SKKH serta memenuhi syarat kesehatan dan syariat.

Sejumlah pasar hewan yang menjadi pusat aktivitas perdagangan ternak di Magetan antara lain Pasar Hewan Gorang-Gareng di Kecamatan Kawedanan, Pasar Hewan Sukowidi Kartoharjo, Pasar Hewan Plaosan, Pasar Hewan Pon Kiringan Takeran, hingga Pasar Hewan Paingan Maospati yang kini direlokasi ke belakang SMPN 3 Maospati. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini