POJOKKATA.COM, PONOROGO – Video dugaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berbelatung yang viral di media sosial menuai tanggapan dari Kepala SPPG Tugu Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Risqi Wahyudatama. Pihaknya menyayangkan beredarnya video tersebut lantaran dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Risqi membenarkan menu makanan yang dipersoalkan dalam video memang berasal dari SPPG Tugu Mlarak. Namun, pihaknya langsung melakukan pendalaman dan klarifikasi kepada penerima manfaat untuk memastikan kondisi sebenarnya.
“Menu tersebut memang benar dari SPPG Tugu dan saat ini kami lakukan pendalaman serta klarifikasi,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Penerima makanan diketahui merupakan seorang ibu menyusui yang menerima paket MBG dari Balai Desa Tugu, Kecamatan Mlarak. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, makanan yang diterima sebelumnya sudah dipindahkan dari ompreng ke wadah milik penerima.
Menurut Risqi, kondisi itu memungkinkan munculnya faktor lain setelah makanan diterima. Apalagi menu yang disajikan saat itu berupa beef teriyaki dan juga dikonsumsi oleh seluruh karyawan SPPG pada sore harinya.
“Seluruh karyawan juga mengonsumsi menu yang sama. Kami juga sudah melakukan pengecekan kepada penerima lain dan tidak ada keluhan,” jelasnya.
Ia menegaskan seluruh proses pengolahan makanan di SPPG telah melalui prosedur pengawasan ketat. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
“Mulai dari bahan daging yang aman, proses pengolahan, hingga penyajian kepada penerima sudah melalui filter yang ketat. Kami juga siap melakukan uji sampel makanan,” ungkapnya.
Selain melakukan evaluasi internal bersama seluruh karyawan, pihak SPPG juga menyayangkan adanya video dan surat terbuka yang terlanjur beredar luas tanpa konfirmasi lebih dulu kepada penyedia layanan MBG.
“Kami menyayangkan adanya video dan surat terbuka tersebut karena tidak ada konfirmasi lebih dahulu kepada kami. Sebab fakta di lapangan sangat berbeda dengan yang beredar,” tegas Risqi.
Pihaknya berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar pelayanan program MBG ke depan semakin baik sekaligus meminimalisasi kesalahpahaman di masyarakat. (Gal/PK)



