POJOKKATA.COM, MAGETAN – Tongkat estafet kepemimpinan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Magetan berganti. Hadi Wijaya, A.Md.IP., S.H., M.Si., resmi dipercaya menjadi Kepala Rutan (Karutan) Magetan menggantikan Ari Rahmanto, A.Md.P., S.H., M.H.
Serah terima jabatan sekaligus pisah sambut digelar di Aula Rutan Kelas IIB Magetan, Rabu (26/8/2026).
Prosesi tersebut dihadiri Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur Kusnali, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Wakil Bupati Suyatni Priasmoro, serta jajaran Forkopimda dan mitra kerja pemasyarakatan.
Ari Rahmanto selanjutnya mendapat amanah sebagai Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Magelang. Dia tercatat memimpin Rutan Magetan selama 1 tahun 11 bulan 21 hari sejak 4 September 2024.
Dalam sambutan perpisahannya, Ari menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Rutan Magetan, warga binaan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh mitra kerja yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya.
“Kurang lebih 1 tahun 11 bulan 21 hari. Banyak kenangan dan pengalaman yang saya dapatkan selama bertugas di Rutan Magetan,” ujarnya.
Menurut Ari, berbagai capaian yang diraih selama kepemimpinannya tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama seluruh pegawai serta warga binaan.
Dia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kesalahan, baik dalam perilaku maupun tutur kata, yang disengaja maupun tidak disengaja.
“Selamat datang Pak Hadi sebagai Karutan baru. Saya mohon teman-teman semua tetap mendukung beliau. Saya doakan semoga tugas di Rutan Magetan berjalan baik dan lancar,” katanya.
Ari juga meminta doa restu karena akan melanjutkan tugas di Bapas Magelang. Meski berpindah tempat tugas, dia berharap silaturahmi dengan jajaran Rutan Magetan dan mitra kerja tetap terjaga.
Sementara itu, Hadi Wijaya menyampaikan apresiasi atas pengabdian Ari Rahmanto selama memimpin Rutan Magetan.
Menurutnya, sejumlah capaian telah ditorehkan dalam bidang pembinaan, pelayanan, maupun pengamanan.
“Terima kasih atas pengabdiannya selama memimpin Rutan Magetan. Semoga ini menjadi amal ibadah dan bekal di tempat tugas yang baru,” ungkap Hadi.
Hadi mengakui amanah sebagai Karutan Magetan bukan perkara ringan. Rutan menjadi salah satu garda terdepan pemasyarakatan yang bersentuhan langsung dengan proses hukum sekaligus masyarakat.
Karena itu, dia menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Kanwil Ditjenpas, unit pelaksana teknis pemasyarakatan, serta seluruh mitra kerja.
Di internal Rutan Magetan, Hadi mengajak seluruh pegawai memegang tiga komitmen utama. Pertama, memperkuat integritas dengan menerapkan prinsip zero halinar, zero pungli, dan zero narkoba serta bekerja secara profesional.
Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat. Warga binaan, kata dia, merupakan bagian dari masyarakat yang sedang menjalani proses pembinaan agar dapat kembali dan diterima di tengah masyarakat.
Ketiga, memperkuat sinergi dan kekompakan internal serta koordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.
“Ke depan kita akan fokus melanjutkan program yang sudah baik dan bersama-sama berinovasi untuk mewujudkan Rutan Magetan yang aman, bersih dan berkelas,” tegasnya.
Hadi juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya dalam pembinaan kemandirian, pembinaan rohani, hingga reintegrasi sosial warga binaan.
“Mari kita bangun Rutan Magetan secara bersama-sama. Saya mohon bimbingan, arahan dan dukungan dari seluruh pihak,” tuturnya.
Hadi Wijaya bukan orang baru di dunia pemasyarakatan. Sebelum dipercaya memimpin Rutan Magetan, dia memiliki pengalaman panjang di sejumlah unit pemasyarakatan.
Kariernya dimulai sebagai staf pengamanan di Lapas Narkotika Jakarta pada 2003 hingga 2012. Setelah itu, dia dipercaya sebagai Kepala Subseksi Pelaporan di Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta pada 2012–2016.
Pada 2016–2020, Hadi menjabat Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Lapas Kelas IIA Bengkulu. Jabatan serupa kemudian diembannya di Lapas Kelas IIA Curup pada 2020–2023.
Sebelum ditugaskan ke Magetan, Hadi bertugas sebagai penanggung jawab bidang intelijen wilayah 3 Direktorat Pengamanan dan Intelijen (Dirpamintel) pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jakarta selama 2023–2026.
Dalam kesempatan tersebut, Hadi juga memperkenalkan keluarganya. Dia diketahui berasal dari Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Bersama istrinya, Hadi telah dikaruniai dua anak. Anak pertama laki-laki dan kini menempuh pendidikan perguruan tinggi di Jakarta. Sementara anak kedua perempuan dan duduk di kelas III SMP.
Dengan pengalaman panjang di bidang pemasyarakatan, Hadi kini menghadapi tantangan baru di Magetan. Targetnya jelas: mempertahankan capaian yang sudah baik sekaligus mendorong Rutan Magetan menjadi lebih humanis, produktif dan memberikan dampak positif bagi warga binaan maupun masyarakat. (Gal/PK)



