POJOKKATA.COM, Magetan – Suasana religius menyelimuti Lapangan Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Minggu (3/5/2026) malam. Ratusan jamaah memadati lokasi untuk mengikuti pengajian akbar dalam rangka menyambut Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan itu menghadirkan mubalig asal Surabaya, Ning Umi Laila.
Di tengah momentum keagamaan tersebut, Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat, menyampaikan pesan yang tidak sekadar spiritual, tetapi juga menyentuh aspek pembangunan desa. Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan kegiatan keagamaan dengan upaya konkret pengentasan kemiskinan.
Dalam sambutannya, wabup menyoroti rencana pencairan bantuan dana RT yang dinilai menjadi instrumen strategis menyelesaikan persoalan di tingkat akar rumput. Salah satu fokus utama adalah pembenahan data kemiskinan agar bantuan yang digulirkan benar-benar tepat sasaran.
“Perbaikan data harus dimulai dari bawah. Rapat RT menjadi kunci untuk memastikan data warga kurang mampu benar-benar valid, sebelum diusulkan ke pemerintah desa hingga pusat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong optimalisasi penggunaan dana RT untuk kegiatan kerja bakti, khususnya membersihkan saluran air menjelang musim hujan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan potensi banjir di lingkungan permukiman.
Tak hanya menyinggung aspek administratif, Kang Suyat juga menyoroti fenomena sosial di tengah masyarakat. Ia mengaku prihatin dengan minimnya keterlibatan generasi muda di masjid, terutama saat salat wajib.
Menurutnya, peran orang tua dan pengurus takmir sangat krusial dalam membangun kedekatan anak-anak dengan masjid. Ia mengimbau agar pendekatan yang digunakan lebih persuasif.
“Anak-anak jangan dimarahi saat di masjid. Justru harus dirangkul supaya mereka merasa nyaman dan terbiasa beribadah sejak dini,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, wabup berharap gerakan pembaruan data kemiskinan berbasis RT di Desa Tulung dapat menjadi percontohan bagi desa lain di Kabupaten Magetan. Ia optimistis, jika dilakukan secara serentak dan konsisten, kualitas data kemiskinan daerah akan semakin akurat.
Pengajian akbar kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Ning Umi Laila yang disambut antusias oleh jamaah. Suasana khidmat dan penuh kehangatan mewarnai kegiatan hingga akhir acara. (Gal/PK)



