Kapolres Magetan Kawal Pengadaan Telur untuk SPPG Prioritaskan Peternak Lokal

0

POJOKKATA.COM, Magetan – Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan komitmennya mengawal penyerapan telur peternak lokal demi mendukung program pemerintah sekaligus menjaga kesejahteraan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan.

Komitmen itu disampaikan dalam audiensi antara Pemerintah Kabupaten Magetan bersama paguyuban peternak telur yang digelar di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha, Senin (11/5/2026). Audiensi dipimpin langsung Bupati Nanik Endang Rusminiarti dan dihadiri Sekda Magetan Welly Kristanto, Kasat Reskrim Polres Magetan, koordinator Program MBG wilayah Magetan, kepala bidang dinas terkait, Pinsar Petelur Nasional, Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia, serta perwakilan peternak ayam petelur.

Dalam forum tersebut, para peternak mengeluhkan anjloknya harga telur di tingkat kandang yang kini hanya berada di kisaran Rp19 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram. Di sisi lain, harga pakan dan konsentrat terus mengalami kenaikan sehingga margin peternak semakin tertekan.

Kapolres Magetan AKBP Erik Bangun Prakasa menegaskan pihaknya hadir sebagai bagian dari Tim Satgas Pangan untuk mengawal kebijakan pemerintah sekaligus memastikan aspirasi peternak mendapat perhatian serius.

“Dengan adanya aksi sedekah telur kemarin yang viral membuat Kabupaten Magetan dikenal secara luas, karena Magetan merupakan salah satu daerah penghasil telur terbesar di Jawa Timur,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan harga telur dan tingginya harga pakan tidak hanya dialami peternak di Magetan, tetapi juga terjadi di berbagai daerah lain. Meski demikian, peternak Magetan dinilai tetap menunjukkan kepedulian sosial melalui aksi berbagi telur kepada masyarakat.

“Saya hadir di sini berdasarkan instruksi pemerintah karena kami juga bagian dari Tim Satgas Pangan. Apa yang telah disepakati bersama terkait keluhan para peternak akan kita kawal bersama-sama. Kami akan selalu mendukung kebijakan Ibu Bupati untuk mensejahterakan para peternak,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti menyebut pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk membantu penyerapan telur produksi peternak lokal.

“Saat sekarang harga telur anjlok di harga Rp19.000 sampai Rp21.000 dari peternak. Produksi telur juga menumpuk di kandang dan gudang peternak, namun pemerintah daerah sudah menyiapkan solusi,” ungkapnya.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Magetan menyediakan menu telur tiga kali dalam sepekan dengan pasokan wajib berasal dari peternak lokal.

Tak hanya itu, Pemkab Magetan juga menerbitkan surat edaran kepada ASN agar membeli telur minimal satu kilogram dari peternak lokal. Program penanganan stunting seperti Anting Emas dan BMT juga diwajibkan menggunakan menu berbahan dasar telur.

Di sektor pakan, khususnya jagung, Bupati menyebut Badan Pangan Nasional telah menyalurkan jagung SPHP sebanyak 7.900 ton yang akan didistribusikan hingga Desember 2026. Jagung tersebut dipatok dengan harga Rp5.500 per kilogram sampai di tingkat peternak.

Ketua Pinsar Petelur Nasional Kabupaten Magetan, Surohman, mengatakan kondisi harga telur yang rendah sudah berlangsung hampir satu bulan dan membuat peternak kesulitan menutup biaya produksi.

“Kenaikan harga pakan termasuk konsentrat dalam satu bulan sudah naik tiga kali dan saat ini tembus Rp15.000 per kilogram. Di sisi lain stok telur di gudang melimpah dan sulit keluar karena rendahnya harga jual,” jelasnya.

Audiensi tersebut juga menghasilkan sejumlah kesepakatan. Di antaranya penyaluran telur ke SPPG melalui empat koperasi yang dikoordinasikan bersama asosiasi peternak, penetapan harga pembelian telur di SPPG sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP), penguatan branding telur Magetan sebagai sektor unggulan daerah oleh Dinas Peternakan, hingga pembaruan data peternak di setiap desa melalui Dinas PMD bersama pemerintah desa.

Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemkab, aparat keamanan, dan para peternak mampu menjaga stabilitas sektor peternakan telur sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal di Magetan. (Gal/PK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini